Regu penyelamat di lokasi jatuhnya pesawat Yeti Airlines di Nepal. Foto: AFP
Regu penyelamat di lokasi jatuhnya pesawat Yeti Airlines di Nepal. Foto: AFP

70 Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat Nepal Ditemukan, 22 Diserahkan ke Keluarga

Fajar Nugraha • 17 Januari 2023 16:59
Kathmandu: Staf rumah sakit di Nepal telah mulai menyerahkan jenazah korban tewas dalam kecelakaan Yeti Airlines pada Minggu di Pokhara. Sementara hingga Selasa 17 Januari 2023, sudah 70 mayat ditemukan.
 
Penerbangan Yeti Airlines yang membawa 72 orang -,68 penumpang dan empat awak,- jatuh ke ngarai yang curam, pecah berkeping-keping dan kemudian meledak saat berusaha mendarat di kota Pokhara.
 
Baca: Harapan Korban Selamat dalam Kecelakaan Pesawat Nepal ‘Nihil'.

 
Media lokal melaporkan bahwa 70 mayat telah ditemukan dari 72. 25 mayat dibawa ke ibu kota Kathmandu dan 23 lainnya dibawa ke ibu kota untuk post mortem di Rumah Sakit Tribhuvan University Teaching.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada 53 penumpang Nepal, 15 warga negara asing di dalamnya dan lima di antaranya adalah warga negara India. Kelima warga negara India tersebut berasal dari Uttar Pradesh dan telah diidentifikasi sebagai Abhisekh Kushwaha, 25, Bishal Sharma, 22, Anil Kumar Rajbhar, 27, Sonu Jaiswal, 35, dan Sanjaya Jaiswal.
 
Ada juga enam anak dalam penerbangan itu. Semuanya diyakini tidak selamat dalam kecelakaan itu.
 
Badan penyelamat Nepal bekerja sepanjang waktu untuk mengeluarkan mayat penumpang dari ngarai sedalam 300 meter.
 
“Tubuh manusia ditemukan dalam tiga bagian dan kami tidak dapat memastikan apakah bagian itu milik orang yang sama. Menemukan seseorang yang masih hidup adalah nol,” ujar pejabat senior Nepal, seperti dikutip AFP.
 
“Korban hanya dapat dikonfirmasi melalui tes DNA jika itu adalah orang yang sama,” imbuhnya.
 
Kotak hitam pesawat telah ditemukan dan pihak berwenang berusaha memastikan penyebab kecelakaan itu. Sebuah video di media sosial menunjukkan pesawat berbaling-baling ganda itu membelok tiba-tiba dan tajam ke kiri saat mendekati bandara Pokhara diikuti dengan ledakan keras.
 
Baca: Ngeri! Penumpang Yeti Airlines Rekam Detik-detik Pesawat Jatuh dan Meledak di Nepal.

Sementara manufaktur pesawat ATR yang berbasis di Prancis, yang merancang kotak hitam, dijadwalkan tiba di Nepal pada Selasa, lapor kantor berita AFP.
 
Nepal selama ini dikenal memiliki catatan buruk dalam hal keselamatan penerbangan. Akibat pelatihan dan pemeliharaan yang tidak memadai, sektor penerbangan negara Himalaya itu menderita.
 
Pakar penerbangan juga mengaitkan sejarah kecelakaan udara yang mematikan di Nepal dengan landasan pacu paling rumit dan paling terpencil yang sering dikelilingi oleh puncak bersalju dan ngarai yang dalam.
 

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif