Regu penyelamat di lokasi jatuhnya pesawat Yeti Airlines di Nepal. Foto: AFP
Regu penyelamat di lokasi jatuhnya pesawat Yeti Airlines di Nepal. Foto: AFP

Harapan Korban Selamat dalam Kecelakaan Pesawat Nepal ‘Nihil'

Fajar Nugraha • 16 Januari 2023 19:05
Kathmandu: Petugas penyelamat Nepal menyisir jurang yang dipenuhi puing-puing untuk mencari lebih banyak mayat dari kecelakaan pesawat yang hancur dengan 72 orang di dalamnya. Pejabat setempat mengatakan, harapan adanya korban selamat sekarang ‘nihil’.
 
Pesawat Yeti Airlines ATR 72 jatuh ke ngarai yang curam, hancur berkeping-keping dan terbakar saat mendekati pusat kota Pokhara pada Minggu pagi 15 Januari 2023, Ini adalah bencana penerbangan terburuk di Nepal sejak 1992.
 
Penyebabnya belum diketahui tetapi sebuah video di media sosial -,diverifikasi oleh mitra AFP ESN,- menunjukkan pesawat berbaling-baling ganda itu membelok tiba-tiba dan tajam ke kiri saat mendekati bandara Pokhara. Sebuah ledakan keras mengikuti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nepal, yang memiliki catatan keselamatan udara yang buruk, memperingati hari berkabung pada Senin untuk para korban.
 
Baca: 5 Fakta Pesawat Jatuh Sebelum Mendarat di Nepal.

Tentara menggunakan tali dan tandu untuk mengambil mayat dari jurang sedalam 300 meter hingga larut malam, dengan upaya pemulihan dilanjutkan pada hari Senin.
 
"Sejauh ini kami telah mengumpulkan 68 jenazah. Kami sedang mencari empat jenazah lagi. Kami harus melanjutkan sampai mendapatkan jenazah," kata pejabat senior lokal Tek Bahadur KC kepada AFP.
 
"Kami berdoa untuk keajaiban. Tapi, harapan menemukan orang hidup saat ini nihil," ucapnya.
 
Puing-puing dari pesawat berserakan di lokasi kecelakaan, termasuk sisa-sisa kursi penumpang yang hancur dan badan pesawat berwarna putih.
 
Petugas penyelamat telah bergegas ke lokasi setelah kecelakaan itu, dan mencoba memadamkan api yang berkobar yang menyebabkan asap hitam tebal ke langit.
 
“Ada 15 orang asing di dalamnya, termasuk lima orang India, empat orang Rusia, dua orang Korea Selatan, dan masing-masing satu penumpang dari Argentina, Australia, Prancis, dan Irlandia,” sebut Juru Bicara Yeti Airlines, Sudarshan Bartaula kepada AFP.
 
Sisanya adalah orang Nepal.
 
"Berita yang sangat menyedihkan dari Nepal tentang sebuah pesawat jatuh dengan banyak penumpang," kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Senin, menambahkan bahwa pemerintahnya sedang mencari informasi tentang warga negara Australia di dalam pesawat.

Seperti bom

ATR 72 sedang dalam penerbangan dari ibu kota Kathmandu dan terjun ke jurang antara bandara internasional baru Pokhara dan bandara domestik lama sesaat sebelum pukul 11:00 pada Minggu.
 
"Saya sedang berjalan ketika saya mendengar ledakan keras, seperti bom meledak," kata saksi Arun Tamu, 44, yang berada sekitar 500 meter dan menyiarkan langsung video reruntuhan yang terbakar di media sosial.
 
"Beberapa dari kami bergegas untuk melihat apakah kami dapat menyelamatkan seseorang. Saya melihat setidaknya dua wanita bernapas. Api menjadi sangat kuat dan membuat kami sulit untuk mendekat," kata mantan tentara itu kepada AFP.
 
Tidak jelas apakah ada orang di darat yang terluka.
 
"Pikiran pertama kami tertuju pada semua individu yang terkena dampak ini," kata produsen pesawat ATR yang berbasis di Prancis dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
 
"Spesialis ATR sepenuhnya terlibat untuk mendukung penyelidikan dan pelanggan,” sebutnya.
 
Baca: Ngeri! Penumpang Yeti Airlines Rekam Detik-detik Pesawat Jatuh dan Meledak di Nepal.

Industri udara Nepal telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, membawa barang dan orang di antara daerah yang sulit dijangkau, serta mengangkut pendaki gunung asing.
 
Sektor ini terganggu oleh keamanan yang buruk karena kurangnya pelatihan dan pemeliharaan. Uni Eropa telah melarang semua maskapai penerbangan Nepal dari wilayah udaranya karena masalah keamanan.
 
Nepal juga memiliki beberapa landasan pacu paling terpencil dan paling rumit di dunia, diapit oleh puncak yang tertutup salju dengan pendekatan yang menimbulkan tantangan bahkan bagi pilot yang ulung.
 
Cuaca juga terkenal berubah-ubah dan sulit diramalkan, terutama di pegunungan, di mana kabut tebal dapat tiba-tiba menutupi seluruh gunung dari pandangan.
 
Kecelakaan penerbangan paling mematikan di Nepal terjadi pada 1992, ketika semua 167 orang di pesawat jet Pakistan International Airlines tewas ketika jatuh saat mendekati Kathmandu.
 

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif