Bendera Republik Rakyat Tiongkok. (AFP)
Bendera Republik Rakyat Tiongkok. (AFP)

Tiongkok Labeli Demokrasi AS Sebagai 'Senjata Pemusnah Massal'

Willy Haryono • 11 Desember 2021 12:46
Beijing: Pemerintah Tiongkok melabeli demokrasi Amerika Serikat sebagai sebuah "senjata pemusnah massal." Pernyataan disampaikan Tiongkok setelah AS selesai menggelar konferensi tingkat tinggi Summit for Democracy yang dihadiri sejumlah negara demokrasi.
 
Tiongkok, beserta sejumlah negara seperti Rusia dan Hongaria, tidak diundang dalam pertemuan. Beijing merespons dengan geram, dan menuduh pemerintahan Presiden AS Joe Biden mencoba memecah-belah dunia seperti pada era Perang Dingin.
 
"Sejak lama, 'demokrasi' telah menjadi sebuah 'senjata pemusnah massal' yang digunakan AS untuk mengintervensi negara-negara lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dikutip dari AFP, Jumat, 10 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenlu Tiongkok juga menuduh Summit for Democracy sebagai alat yang digunakan AS untuk mendorong "prasangka ideologi, mempersenjatai demokrasi, setta menghasut perpecahan dan konfrontasi."
 
Beijing menegaskan pihaknya akan secara kuat "menentang segala bentuk pseudo-demokrasi" seperti yang diperlihatkan AS di panggung global.
 
Menjelang KTT Summit for Democracy, Tiongkok berulang kali menyerukan bahwa demokrasi AS sebagai sebuah sistem yang gagal dan korup. Negeri Tirai Bambu kemudian menyuarakan "demokrasi rakyat" versi mereka di bawah pimpinan Presiden Xi Jinping.
 
Walau AS berulang kali membantah akan adanya Perang Dingin dengan Tiongkok, ketegangan antar kedua negara memburuk dalam beberapa ttahun terakhir. AS dan Tiongkok berselisih paham mengenai beragam isu, termasuk perdagangan, teknologi, hak asasi manusia (HAM), Hong Kong dan Taiwan.
 
Jumat kemarin, Kementerian Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada dua pejabat AS atas dugaan pelanggaran HAM di wilayah Xinjiang. Kemenkeu AS juga memasukkan perusahaan asal Tiongkok, SenseTime, ke dalam daftar hitam atas teknologi rekognisi wajah yang dituding ditujukan kepada minoritas Uighur.
 
Baca:  Pada Summit for Democracy, Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia Majukan Demokrasi
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif