Seorang personel keamanan Taliban menjaga paket bantuan untuk korban gempa bumi di Paktika, Afghanistan, 25 Juni 2022. (Sahel ARMAN / AFP)
Seorang personel keamanan Taliban menjaga paket bantuan untuk korban gempa bumi di Paktika, Afghanistan, 25 Juni 2022. (Sahel ARMAN / AFP)

Berbagai Penyakit Menular Hantui Korban Gempa Afghanistan

Willy Haryono • 26 Juni 2022 21:36
Kabul: Ribuan korban gempa bumi di Afghanistan yang membutuhkan air bersih dan makanan saat ini berisiko tertular berbagai penyakit, ucap seorang pejabat Kementerian Kesehatan Afghanistan bentukan kelompok Taliban.
 
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari usai sebuah agensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan risiko terjadinya wabah kolera di Afghanistan.
 
Setidaknya 1.000 orang tewas, 2.000 terluka dan 10 ribu rumah hancur akibat gempa di Afghanistan pada Rabu lalu. Kantor Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan bahwa wabah kolera sangat mungkin terjadi di area bencana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Para korban sangat membutuhkan makanan dan air bersih," kata jubir Kemenkes Afghanistan Sharafat Zaman, dilansir dari The New Daily, Minggu, 26 Juni 2022.
 
Ia mengatakan otoritas Afghanistan telah menyalurkan obat-obatan kepada korban, namun membangun kembali rumah mereka merupakan tantangan tersendiri.
 
"KAmi meminta komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan untuk membantu kami dalam hal makanan dan obat-obatan. Penyintas berisiko terjangkit berbagai penyakit karena mereka tidak memiliki rumah dan tempat perlindungan layak," tutur Sharafat.
 
Bencana ini merupakan uji besar bagi Taliban yang menguasai kembali Afghanistan sejak Agustus 2021. Taliban kesulitan membangun Afghanistan karena terkena sejumlah sanksi dan pembekuan aset atas dasar kekhawatiran komunitas global mengenai hak asasi manusia.
 
Sejauh ini, PBB dan beberapa negara telah bergegas menyalurkan bantuan ke area terdampak bencana. Bantuan lebih lanjut diperkirakan datang dalam beberapa hari ke depan.
 
Mengenai penanganan bencana, Taliban menyerukan komunitas global untuk mencabut sanksi dan mencairkan aset bank sentral yang telah dibekukan sejak tahun lalu. Taliban mengatakan aset tersebut merupakan hak masyarakat Taliban untuk dapat tetap melanjutkan kehidupan.
 
Baca:  Taliban Serukan Pencairan Aset Beku Afghanistan untuk Penanganan Gempa
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif