PM Australia Scott Morrison bahas Kepulauan Solomon./AFP
PM Australia Scott Morrison bahas Kepulauan Solomon./AFP

PM Australia Bantah Klaim 'Garis Merah' Kepulauan Solomon dapat Jadi Bumerang

Internasional Australia Tiongkok Kepulauan Solomon Scott Morrison
Marcheilla Ariesta • 06 Mei 2022 15:12
Canberra: Perdana Menteri Australia Scott Morrison bantah klaim retorikanya tentang garis merah di Kepulauan Solomon menjadi bumerang. Ia mengatakan masih tidak tahu biaya akhir untuk membatalkan kontrak kapal selam Prancis. 
 
Morrison membuat pengumuman pendanaan industri pertahanan di Australia Barat pada Jumat ini, 6 Mei 2022. Ia membela penghapusan program drone bersenjata yang sebelumnya dipuji oleh pemerintah. 
 
Tekanan terus-menerus pada biaya proyek-proyek pertahanan datang ketika Morrison berusaha untuk keluar dari intervensi dalam debat politik dari pendahulunya Malcolm Turnbull. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Koalisi berusaha untuk memproyeksikan pesan keamanan nasional, Morrison terus menghadapi pertanyaan atas kesepakatan keamanan Tiongkok dengan Kepulauan Solomon.
 
Hampir dua minggu lalu, Morrison mengatakan Australia dan Amerika Serikat (AS) memiliki 'garis merah' yang sama dalam hal menentang pangkalan militer Tiongkok di Kepulauan Solomon. Ia mengatakannya tanpa merinci tindakan apa yang mungkin dipicu jika garis itu dilanggar. 
 
Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manaseh Sogavare mengatakan, kepada parlemen pekan ini bahwa Kepulauan Solomon diperlakukan seperti anak-anak TK. Ia menyesalkan negara-negara yang khawatir tentang kesepakatan itu menyiratkan 'peringatan intervensi militer' jika kepentingan nasional dan strategis mereka dirusak. 
 
Saat menerima pertanyaan mengenai retorikanya tentang garis merah telah menempatkan keamanan nasional Australia lebih berisiko, Morrison mengatakan, "Tidak, saya tidak percaya itu." 
 
Perdana menteri mengatakan dia selalu sangat jelas tentang kepentingan keamanan nasional Australia dan tentang "tingkat dukungan yang sangat tinggi" yang diberikan Australia kepada rakyat dan pemerintah Kepulauan Solomon. 
 
Baca juga: Australia Tanggapi Penandatanganan Pakta Keamanan Tiongkok-Kepulauan Solomon dengan Tenang
 
"Ketika berurusan dengan paksaan yang kita lihat dari pemerintah Tiongkok - apakah di sini di wilayah kami, di Pasifik barat daya, atau di mana pun di seluruh Indo-Pasifik, tidak ada pemerintah, tidak ada perdana menteri, yang lebih condong ke depan dalam menghadapi paksaan itu dalam menghadapi dunia," kata Morrison, dilansir dari The Guardian, Jumat, 6 Mei 2022.
 
Morrison mengatakan, pembatalan program kapal selam konvensional Prancis September lalu adalah salah satu keputusan paling sulit yang harus dia buat karena akan membawa 'akibat yang cukup serius'. 
 
Tetapi Morrison tidak dapat mengatakan kemungkinan total biaya pembatalan itu. Ia mencatat negosiasi dengan Grup Angkatan Laut Prancis belum selesai. 
 
"Saya tidak akan mendahului negosiasi komersial semacam itu.  Itu akan jadi (keputusan) ceroboh," sambungnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif