Sejumlah perempuan di Kolkata ikut serta dalam aksi protes menentang larangan pemakaian hijab di Karnataka, India, 10 Februari 2022. (DIBYANGSHU SARKAR / AFP)
Sejumlah perempuan di Kolkata ikut serta dalam aksi protes menentang larangan pemakaian hijab di Karnataka, India, 10 Februari 2022. (DIBYANGSHU SARKAR / AFP)

Beberapa Sekolah di India Mulai Dibuka Kembali Usai Protes Larangan Hijab

Marcheilla Ariesta • 14 Februari 2022 16:33
Udupi: Negara bagian Karnataka di India mulai membuka kembali beberapa sekolah pada Senin ini, 14 Februari 2022. Sebelumnya, hampir semua sekolah di wilayah tersebut ditutup menyusul aksi protes atas siswa perempuan yang dilarang mengenakan hijab atau burqa di kelas.
 
Larangan tersebut secara luas dipersepsikan komunitas minoritas Muslim India sebagai upaya mengesampingkan mereka. India adalah negara yang didominasi penganut agama Hindu.
 
Pembukaan sekolah dikawal ketat aparat kepolisian. Para siswa berseragam merah muda, dengan belasan di antaranya memakai hijab, terlihat mulai memasuki sebuah sekolah putri di Udupi, Karnataka. Mengantisipasi kerusuhan, otoritas setempat melarang adanya kegiatan yang dihadiri lebih dari lima orang dalam jarak 200 meter dari institusi pendidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekolah yang mulai dibuka kembali di Karnataka hari ini meliputi sekolah dasar dan menengah. Sementara sekolah menengah atas dan perguruan tinggi masih ditutup.
 
Baca:  Demo Terkait Hijab Dilarang Meluas, Sekolah di India Tutup 3 Hari
 
Dilansir dari Channel News Asia, langkah itu dilakukan setelah pengadilan Karnataka meminta semua siswa untuk tidak memakai pakaian keagamaan apapun, mulai dari selendang safron hingga syal atau hijab di ruang kelas.
 
"Terlepas dari apakah pemakaian jilbab di ruang kelas merupakan bagian dari praktik keagamaan yang penting dalam Islam di bawah jaminan konstitusi negara masih perlu diperiksa lebih mendalam," kata pengadilan Karnataka dalam putusannya pekan lalu.
 
Masalah ini menjadi sorotan setelah beberapa sekolah India menolak masuk siswa yang memakai pakaian atribut agama, yang dianggap melanggar perintah 5 Februari tentang penggunaan seragam.
 
Ayesha Imthiaz, seorang siswa di Udupi, mengatakan bahwa dirinya merasa malu ketika diminta melepas hijab sebelum memasuki ruang kelas.
 
"Saya merasa agama saya telah dipertanyakan dan dihina oleh tempat yang saya anggap sebagai sebuah kuil pendidikan," katanya.
 
Seorang pejabat distrik pesisir Udupi, Pradeep Kurudekar S mengatakan, pihak berwenang akan menunggu perintah lebih lanjut dari pengadilan atau pemerintah federal untuk membuka semua sekolah di wilayahnya.
 
Larangan hijab ini sekolah India ini sempat memicu gelombang dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Amerika Serikat dan peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif