Korsel dorong struktur baru dialog denuklirisasi dengan Korut./AFP
Korsel dorong struktur baru dialog denuklirisasi dengan Korut./AFP

Korsel Dorong 'Struktur Baru' untuk Dialog Denuklirisasi dengan Korut

Marcheilla Ariesta • 04 Juli 2022 20:12
Seoul: Menteri Unifikasi Korea Selatan Kwon Young-se mengatakan, pemerintahnya akan mendorong 'struktur baru' dialog antar-Korea. Dorongan ini diperlukan agar upaya diskusi langsung masalah denuklirisasi dapat kembali dilakukan.
 
Kwon menegaskan kembali komitmen Seoul untuk mendorong pengembangan hubungan antar-Korea berdasarkan semua perjanjian yang ada antara kedua belah pihak.
 
"Pemerintah Yoon Suk-yeol akan membuka jalan baru untuk pengembangan hubungan Selatan-Utara yang berkelanjutan, berpegang pada dasar-dasar menghormati semua perjanjian antar-Korea dari pemerintah sebelumnya," katanya, dikutip dari Yonhap News, Senin, 4 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menekankan bahwa masalah nuklir Korea Utara tidak boleh ditinggalkan dari pembicaraan antar-Korea.
 
"Kami tidak bisa hanya duduk di tangan kami dan menyerahkan negosiasi nuklir kepada komunitas internasional," kata Kwon.
 
Baca juga: Korut Tuduh AS Berusaha Membentuk 'NATO Asia'
 
"Saya percaya denuklirisasi Korea Utara dan masalah membangun kepercayaan politik dan militer harus ditempatkan di meja perundingan jika pertemuan puncak antar-Korea diadakan," imbuhnya.
 
Untuk itu, kata dia, Korea Selatan akan membangun struktur pembicaraan baru. Ia berharap hal ini dapat secara efektif membahas denuklirisasi, pembangunan kepercayaan politik dan militer, dan kerja sama ekonomi.
 
Kwon menambahkan, Seoul siap untuk berbicara dengan Pyongyang tentang semua masalah yang tertunda di mana saja.
 
"Jika ada sesuatu yang diinginkan pihak berwenang Korea Utara, mereka dapat berdialog dan berbicara (tentang itu)," ujar dia.
 
Sementara itu, media propaganda Korea Utara menuduh Korea Selatan tidak sepenuhnya mematuhi perjanjian 4 Juli. Perjanjian ini diteken 50 tahun lalu.
 
"Hingga hari ini, lingkaran setan konfrontasi dan ketegangan telah berulang di Semenanjung Korea," kata DPRK Today.
 
"Alasannya terletak pada otoritas Korea Selatan yang telah mengabaikan tiga prinsip unifikasi nasional yaitu otonomi, perdamaian, dan solidaritas bangsa Korea, dan gagal menerapkan perjanjian antar-Korea dengan setia," lapor mereka.
 
The Choson Sinbo, sebuah surat kabar pro-Korea Utara di Jepang, mengecam pemerintahan Yoon yang konservatif karena "tunduk" kepada Amerika Serikat. Mereka juga mengecam Washington karena "kebijakan bermusuhan" terhadap Pyongyang.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif