PM Finlandia Sanna Marin (kiri) dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern (kanan) bertemu untuk pertama kalinya dalam kunjungan bilateral di Auckland, Selandia Baru./AFP
PM Finlandia Sanna Marin (kiri) dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern (kanan) bertemu untuk pertama kalinya dalam kunjungan bilateral di Auckland, Selandia Baru./AFP

Pertama Kali Bertemu, PM Selandia Baru dan Finlandia Dapat Pertanyaan Tak Terduga

Marcheilla Ariesta • 30 November 2022 19:25
Auckland: Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bertemu dengan pemimpin Finlandia Sanna Marin di Auckland. Keduanya mendapat pertanyaan tidak terduga dari reporter terkait dengan pertemuan tersebut.
 
Saat keduanya mengadakan konferensi pers bersama, seorang reporter mempertanyakan motif pertemuan tersebut. "Banyak orang akan bertanya apakah kalian berdua bertemu hanya karena kalian seumuran dan memiliki banyak kesamaan, saat kalian terjun ke dunia politik dan semacamnya?" tanya reporter itu.
 
"Saya bertanya-tanya apakah ada orang yang pernah bertanya kepada Barack Obama (mantan Presiden Amerika Serikat) dan (mantan PM Selandia Baru) John Key jika mereka bertemu karena mereka seumuran," jawab Ardern, dilansir dari The Independent, Rabu, 30 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Marin juga menjawab, "Kami bertemu karena kami adalah perdana menteri." Ini merupakan pertemuan pertama kedunya sebagai perdana menteri.
 
Keduanya membahas masalah global dan ancaman terhadap demokrasi, termasuk perang di Ukraina dan situasi di Afghanistan.
 
Baca juga: Dihukum Seumur Hidup, Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Ajukan Banding
 
Marin dicap sebagai 'perdana menteri pesta' usai video tariannya di sebuah pesta rumah pada Agustus lalu menjadi viral. Video itu memicu debat nasional tentang perilakunya di kantor dan kehidupan pribadinya.
 
Salah satu kepala pemerintahan termuda di dunia, Marin meminta maaf karena pergi ke klub selama pandemi Covid-19. Dengan bercucuran air mata, ia membela haknya untuk mendapat kehidupan pribadi usai videonya bocor.
 
Selama konferensi, Ardern mengajukan pertanyaan tentang kesenjangan gender dalam politik. "Kami, tentu saja, memiliki proporsi laki-laki yang lebih tinggi dalam politik – itu kenyataan – karena dua perempuan bertemu, bukan hanya karena jenis kelamin mereka," ujarnya.
 
Dia menambahkan mereka sangat fokus pada tanggung jawab yang mereka miliki sebagai pemimpin perempuan karena beberapa perempuan di negara mereka menghadapi “keadaan yang mengerikan, di mana kita melihat hak asasi manusia yang paling mendasar ditekan dan dilanggar”.
 
Dia menyebut Iran secara khusus sebagai "contoh yang baik" dari keadaan seperti itu di mana protes anti-pemerintah terhadap undang-undang berpakaian ketat negara itu telah menyebabkan keresahan skala besar.
 
Dalam kesempatan itu, Marin mengatakan mereka berdiri bersama untuk memastikan setiap perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia memiliki hak dan kesempatan yang sama seperti laki-laki.
 
Terkait dengan invasi Rusia ke Iran, Ardern mengungkapkan kekhawatirannya bahwa perang 'secara harafiah di ambang pintu Finlandia'.
 
"Dan saya menghargai perspektif wawasan perdana menteri tentang perang, dan tentu saja, dampak abadi yang mungkin ditimbulkannya terhadap Eropa dan keamanan global," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif