Warga berjalan melewati poster kampanye di hari pemilihan umum di Melbourne, Australia, 21 Mei 2022. (William WEST / AFP)
Warga berjalan melewati poster kampanye di hari pemilihan umum di Melbourne, Australia, 21 Mei 2022. (William WEST / AFP)

Pemilu Australia Dimulai, Partai Buruh Bertekad Kalahkan Konservatif

Willy Haryono • 21 Mei 2022 12:32
Canberra: Pemilihan umum Australia untuk menentukan anggota dewan perwakilan rakyat, senat dan perdana menteri dimulai hari Sabtu ini, 21 Mei 2022. Partai Buruh bertekad menang dan menggantikan pemerintahan konservatif yang telah berkuasa di Australia selama satu dekade.
 
Anthony Albanese, ketua Partai Buruh, meminta masyarakat Australia memberinya kesempatan untuk memimpin Australia.
 
Albanese, pria berusia 57 tahun, mendorong para pemilih untuk menjauhi Perdana Menteri Scott Morrison yang disebutnya sebagai sosok "pemecah belah." Dalam beberapa survei, Morrison tertinggal dari Albanese.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam masa kampanye, Albanese bertekad menyelesaikan masalah harga kebutuhan, perubahan iklim, dan juga menggelar referendum untuk memberikan masyarakat adat suara institusional dalam pembuatan kebijakan.
 
Baca:  Kampanye Pemilu Australia Dimulai, Petahana Terancam Oposisi
 
"Saya merasakan adanya momentum," tutur Albanse, dikutip TRT World, saat mengunjungi sebuah tempat pemungutan suara di Melbourne.
 
"Berikan kesempatan kepada (Partai) Buruh. Kami memiliki banyak rencana untuk negara ini," sambungnya.
 
Di negara di mana cuaca buruk telah memicu begitu banyak kesulitan, perubahan iklim merupakan isu yang hadir di benak banyak masyarakat Australia. Albanese berjanji untuk mengambil langkah-langkah strategis di bidang iklim ini.
 
Jordan Neville, seorang pemilih pemula, mengaku sudah sering terkena dampak kebakaran hutan dan banjir dalam lima tahun terakhir.
 
"Jika ada langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan peristiwa semacam itu terjadi lagi di masa mendatang, maka tentu saja itu luar biasa," ungkapnya.
 
Sementara di tempat terpisah, Morrison menuduh Albanese terlalu gegabah dengan memprediksi kemenangan partai Buruh.
 
"Anda tidak bisa seperti itu," sebut pria 54 tahun itu, beberapa saat sebelum pemilu. Ia mengatakan partai Buruh tidak selayaknya diberi kepercayaan untuk menangani perekonomian Australia.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif