Sejumlah anggota keluarga dari korban kecelakaan pesawat Yeti Airlines menangis di luar rumah sakit di Pokhara, Nepal, 17 Januari 2023. (PRAKASH MATHEMA / AFP)
Sejumlah anggota keluarga dari korban kecelakaan pesawat Yeti Airlines menangis di luar rumah sakit di Pokhara, Nepal, 17 Januari 2023. (PRAKASH MATHEMA / AFP)

Jenazah Korban Pesawat Jatuh Nepal Mulai Dikembalikan ke Keluarga

Marcheilla Ariesta • 18 Januari 2023 14:36
Pokhara: Staf rumah sakit Nepal memulai menyerahkan sejumlah jenazah korban kecelakaan pesawat Yeti Airlines ke pihak keluarga. Penerbangan Yeti Airlines dengan 68 penumpang dan empat awak itu hancur berkeping-keping usai jatuh ke ngarai curam di Pokhara, beberapa saat sebelum mendarat pada hari Minggu lalu.
 
Semua penumpang, termasuk enam anak dan 15 warga negara asing, diyakini tewas.
 
Tim penyelamat telah bekerja hampir sepanjang waktu untuk mengeluarkan sisa-sisa jenazah dari ngarai yang dipenuhi serpihan kursi pesawat dan potongan badan pesawat serta sayap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 70 jenazah sudah berhasil ditemukan hingga Selasa pagi. Beberapa pejabat Nepal mengatakan sehari sebelumnya bahwa harapan menemukan korban selamat adalah "nihil."
 
Baca juga:  Harapan Korban Selamat dalam Kecelakaan Pesawat Nepal ‘Nihil'
 
"Kami menemukan satu jenazah tadi malam, tapi terdiri dari tiga potongan tubuh. Kami tidak yakin apakah itu berasal dari tiga tubuh atau satu tubuh. Hal itu baru dapat dikonfirmasi lewat tes DNA," kata pejabat polisi AK Chhetri kepada AFP, Rabu, 18 Januari 2023.
 
Pesawat nirawak (drone) digunakan untuk mencari dua korban tersisa sejak Selasa kemarin. Sementara itu, kotak hitam dari pesawat, yang dibuat oleh ATR yang berbasis di Prancis, telah diserahkan kepada pihak berwenang pada hari Senin.
 
Pekerja rumah sakit dengan pakaian pelindung biru putih dan masker memuat jenazah yang dibungkus plastik ke truk tentara. Sedangkan para kerabat yang putus asa menangis dan berpelukan di luar rumah sakit.
 
Truk kemudian berangkat ke bandara, di mana jenazah akan diterbangkan kembali ke ibu kota Kathmandu.
 
Jenazah salah satu korban, jurnalis Tribhuban Poudel, dibaringkan di atas tandu yang ditutupi bunga marigold oranye di luar rumahnya saat para pelayat berbaris di bawah sinar matahari musim dingin.
 
"Sebanyak delapan jenazah telah diserahkan kepada keluarga. Kami akan menyerahkan 14 jenazah lagi setelah menyelesaikan autopsi di sini, di Pokhara. Tercatat 48 jenazah telah dikirim ke Kathmandu untuk tes DNA dan diserahkan kepada keluarga," kata Chhetri.
 
Pesawat Yeti Airlines tipe ATR 72 sedang terbang dari Kathmandu menuju Pokhara pada akhir pekan kemarin. Pesawat itu jatuh sesaat sebelum pukul 11:00 waktu setempat.
 
"Saya sedang berjalan ketika mendengar ledakan keras, seperti bom meledak," kata saksi mata bernama Arun Tamu, 44, yang berada sekitar 500 meter dari lokasi jatuhnya pesawat.
 
Penyebab kecelakaan belum diketahui, tetapi sebuah video di media sosial menunjukkan pesawat berbaling-baling ganda itu tiba-tiba berbelok tajam ke kiri saat mendekati bandara Pokhara. Sebuah ledakan keras terdengar setelahnya.
 
Para ahli belum dapat mengatakan apakah kecelakaan ini diakibatkan kesalahan manusia atau kerusakan teknis. Prancis, sebagai negara asal ATR, turut membantu investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan nahas ini.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif