Masyarakat Indonesia dan Tiongkok saling bekerja sama di tengah perbedaan budaya. Foto: AFP.
Masyarakat Indonesia dan Tiongkok saling bekerja sama di tengah perbedaan budaya. Foto: AFP.

CIMA Gelar Dialog Lintas Budaya untuk Perkuat Hubungan Indonesia-Tiongkok

Marcheilla Ariesta • 13 Maret 2021 19:28
Jakarta: Indonesia dan Tiongkok tak hanya dekat dalam kerja sama politik dan ekonomi, tapi juga sosial dan budaya.Kedua negara dapat bekerja sama erat meskipun budaya masyarakatnya sangat berbeda.
 
"Meski Indonesia mayoritas berpenduduk Islam, tapi memiliki pandangan moderat dan setuju dengan ideologi negara, yaitu Pancasila. Sebanyak 81,6 persen Muslim Indonesia setuju dengan Pancasila. Ini merupakan modal dasar yang sangat bagus untuk keutuhan negara," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Cultural Dialogue Series 1: Understanding Indonesian Muslims Culture, Sabtu, 13 Maret 2021.
 
Ketua China Indonesia Management Association (CIMA), Arief Harsono mengatakan, kerja sama diplomatik kedua negara telah berlangsung lebih dari 70 tahun. Sejumlah bukti sejarah menunjukkan bahwa orang Tionghoa telah berada di Indonesia sejak dulu.

"Karena itulah, upaya meningkatkan hubungan baik melalui dialog ekonomi dan perdagangan lintas budaya perlu terus dikembangkan," tutur Arief.
 
Ia menambahkan CIMA didirikan dengan tujuan memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok untuk berkembang menjadi suatu kemitraan dalam membangun kemakmuran Asia.
 
Eratnya hubungan diplomatik antara kedua negara terbukti dengan semakin kuatnya kerja sama di bidang perekonomian dan saat masa pandemi. 
 
Pada 2020, Tiongkok dikatakan menjadi  salah satu investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD4,8 miliar (setara Rp69 triliun) Sementara itu, nilai perdagangan mencapai USD 78,9 miliar (setara Rp1.135,4 triliun).
 
Baca juga: Dubes RI Sebut Hubungan Indonesia-Tiongkok Sedang Bagus-Bagusnya
 
Indonesia-Tiongkok juga menjalin kerja sama teknologi. Kerja sama ini diharapkan dapat lebih mendorong perkembangan e-commerce di Indonesia dan Asia Tenggara.
 
"Tiongkok dan Indonesia memiliki tujuan untuk share future for mankind. Hal ini terefleksikan dari kerja sama distribusi vaksin, berkontribusi terhadap perubahan iklim, hingga investasi di bidang tekonologi seperti artificial intelligence (AI), blockchain, dan internet of things (IoT)," seru Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun.
 
Jack Yao, Sekretaris Jenderal CCPIT Commercial Sub-Concil mengatakan dengan adanya dialog  budaya antara Indoensia dan Tiongkok dapat memperkuat tali persahabatan antar dua negara.  Ia memprediksi dalam lima tahun ke depan, hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok,  terutama dalam hal perekonomian akan semakin baik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan