Menlu Retno Marsudi dan Menlu Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan bilateral pada 2014 silam./AFP
Menlu Retno Marsudi dan Menlu Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan bilateral pada 2014 silam./AFP

RI-Tiongkok Sepakat Sinergikan BRI dan Outlook Indo-Pasifik ASEAN

Marcheilla Ariesta • 01 April 2022 15:42
Tunxi: Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk merumuskan rencana aksi sesegera mungkin untuk mensinergikan Belt and Road Initiative dengan Outlook ASEAN on the Indo-Pacific. Konsensus ini dicapai dalam pertemuan kedua menteri luar negeri di Tunxi, Tiongkok.
 
"Tiongkok mendukung sentralitas ASEAN dalam kerja sama regional. Maksud dan tujuan ASEAN Outlook sangat berbeda dari 'Strategi Indo-Pasifik' Amerika Serikat, yang bertujuan untuk memprovokasi konfrontasi dan memicu ketegangan regional," dikutip dari CGTN, Jumat, 1 April 2022.
 
Retno, kata mereka, sepakat sejak awal ASEAN Outlook fokus pada ekonomi dan pembangunan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ASEAN Outlook juga berkomitmen untuk kerja sama yang saling menguntungkan di kawasan dan menjaga kepentingan bersama negara-negara di kawasan.
 
Mengenai hubungan Indonesia dan Tiongkok, Menlu Wang Yi mengatakan, kedua belah pihak harus melakukan upaya cepat untuk memastikan penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung tepat waktu, dengan kualitas tinggi.
 
Baca juga: Perdagangan Indonesia-Tiongkok Meningkat Hingga 54 Persen
 
"Kedua belah pihak harus mendukung kerja sama antara perusahaan kedua negara di bidang vaksin, produksi bahan aktif farmasi, penelitian dan pengembangan, serta membantu Indonesia membangun pusat produksi vaksin regional," katanya.
 
"Kami menyambut lebih banyak produk Indonesia yang berkualitas tinggi ke Tiongkok untuk mencapai perkembangan perdagangan bilateral yang seimbang dan sehat," tambah Wang Yi.
 
Retno mengatakan, Beijing menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dan perdagangan dua arah keduanya meningkat hingga 54 persen tahun lalu. Hal ini menciptakan 250 ribu lapangan kerja bagi Indonesia.
 
"Indonesia juga menyambut baik Tiongkok untuk meningkatkan investasi dan berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota baru (IKN)," tutur Retno.
 
Menlu Retno juga mengucapkan terima kasih kepada Beijing karena telah membantu Indonesia membangun pusat produksi vaksin regional. Retno menuturkan, RI bersedia untuk meningkatkan kerja sama bilateral dengan Beijing di bidang kesehatan dan konektivitas.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif