Peresmian gelombang pertama APFP dilaksanakan secara virtual pada 16 Oktober 2020. (KBRI New Delhi)
Peresmian gelombang pertama APFP dilaksanakan secara virtual pada 16 Oktober 2020. (KBRI New Delhi)

10 Mahasiswa RI Masuk Universitas Ternama India via Beasiswa APFP

Internasional india indonesia-india Narendra Modi
Willy Haryono • 18 Oktober 2020 11:10
New Delhi: Sudah diakui dan menjadi perbicangangan di kalangan civitas akademia bahwa India merupakan salah satu negara yang unggul dalam bidang pendidikan teknologi dan manajemen. Keunggulan tersebut terlihat dari dua universitasnya, yakni Indian Institute of Technology (IIT) dan Indian Institute of Management (IIM), yang telah membuktikan keunggulannya dengan banyak capaian tingkat dunia.
 
"Silicon Valley" di Bangalore yang juga dijuluki sebagai Ibu kota IT India menjadi salah manifestasi kemajuan sektor IT India.
 
Tidak hanya itu, organisasi teknologi India berskala internasional seperti Indian Space Research Organization (ISRO), Infosys Technology Limited, Western Indian Palm Refined Oil Limited (Wipro), dan Hindustan Aeronautics Limited (HAL) juga berperan penting dalam mendorong kemajuan dunia informasi teknologi India, sehingga mampu bersaing dengan negara-negara maju di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maka tidak heran jika proses seleksi masuk perguruan tinggi IT di India terbilang sulit karena persaingannya sangat ketat. Menjadi mahasiswa IIT merupakan cita-cita dan menjadi kebanggan tersendiri bagi para pelajar.
 
Meski terbilang sulit, peluang untuk masuk perguruan IT di India saat ini sudah terbuka bagi pelajar Indonesia, yakni melalui program ASEAN PhD Fellowship Programme (APFP) yang diumumkan secara resmi oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada perayaan Republic Day tahun 2018.
 
Melalui program APFP, sebanyak 1000 pelajar dari negara-negara ASEAN akan diberikan beasiswa S3 secara eksklusif oleh Pemerintah India dan ditempatkan di berbagai kampus IT ternama di India.
 
Baca:Perjuangan Mahasiswa Indonesia Hadapi Musim Panas di India
 
Peluncuran APFP Gelombang Pertama
 
Pada Jumat, 16 Oktober, telah diselenggarakan inagurasi APFP dalam rangka peresmian gelombang pertama program beasiswa tersebut yang dilaksanakan secara virtual. Hadir dalam kegiatan itu di antaranya Menteri Pendidikan India, Shri Ramesh Pokhriyal Nishank; Minister of State for Education, Shri Sanjay Dhotre; Secretary (East) Ministry of External Affairs, Ms. Riva Ganguly Das; Secretary Higher Education, Shri Amit Khare; para Duta Besar dan perwakilan ASEAN, Direktur IIT Delhi, Prof. V. Ramgopal Rao; para Koordinator APFP dari setiap IIT di India; dan juga para mahasiswa Ph.D terpilih.
 
Dalam sambutannya, Menteri Ramesh Pokhriyal Nishank, menyampaikan bahwa program APFP akan memberikan kontribusi penting terhadap kerja sama India dan ASEAN, dan juga akan memperkuat akulturasi yang telah ada, kerja sama ekonomi dan konektivitas. APFP akan membuka banyak peluang dalam menghasilkan sinergitas di bidang teknologi dan penelitian bagi para akademis, peneliti, dan ilmuan dari India maupun ASEAN.
 
Menurutnya lagi, hasil penelitian dan inovasi yang nanti diciptakan akan dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan secara global.
 
Menteri Ramesh menambahkan, meski dunia saat ini dihadapkan oleh tantangan pandemi covid-19 yang tidak dipungkiri telah memberikan dampak perlambatan terhadap proses kemajuan di setiap sektor, namun IIT yang tersebar di berbagai belahan India tidak pernah berhenti dan secara konsisten memberikan kontribusi penting dalam upaya penanganan pandemik saat ini melalui berbagai hasil penelitian.
 
Duta Besar RI untuk India dan Kerajaan Bhutan, Arto Suryodipuro, yang turut hadir dalam audiensi virtual tersebut, menyampaikan ucapan selamat dan ikut merasa bangga atas keberhasilan 10 orang mahasiswa Indonesia yang diterima dalam program APFP gelombang pertema.
 
Dubes Arto memberikan semangat kepada mahasiswa Indonesia dan mendorong untuk dapat terbuka terhadap setiap inovasi, ide-ide dan pengalaman baru, serta memaksimalkan kesempatan yang diberikan.
 
"Program APFP yang diprakarsai India ini merupakan perfect reminder terhadap hubungan kerja sama, khususnya dalam bidang pendidikan antara India dan ASEAN, dan yang terpenting juga mendorong transformasi digital IR 4.0," kata Dubes Arto, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id pada Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Dubes Arto menaruh harapan besar agar jumlah peserta program APFP dari Indonesia akan lebih banyak lagi pada tahun akademi berikutnya.
 
10 Mahasiswa RI Masuk Universitas Ternama India via Beasiswa APFP
Dubes Arto Suryodipuro. (KBRI New Delhi)
 
Berikut nama 10 mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa APFP:
 
1, Anggy Eka Pratiwi, Department Computer Science and Engineering, IIT Jodhpur
2. Khadijah Febriana Rukhmati Udhayana, Department Computer Science and Engineering, IIT Roorkee
3. Fatihah Fajar Sari, Department Humanities and Social Sciences, IIT Kanpur
4. Fransiska Anggun Arumsari, Department Humanities and Social Sciences, IIT Kanpur
5. Ilham Mufandi, Department Chemical Engineering, IT Delhi
6. Muchamad Taufik Anwar, Department Computer Science and Engineering, IIT Kanpur
7. Made Adi Widyatmika, Departement Mechanical Engineering, IIT Delhi
8. Asril Munazar, Department Liberal Arts, IIT Delhi
9. Rendy Anggriawan, Department Hydrology, IIT Roorkee
10.Dewi Hajar, Department Industrial Engineering and Operations Research, IIT Bombay
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif