Akbar Ersa (belakang) dan para mahasiswa Aligarh Moslem University saat sedang berlibur di New Delhi, India, Senin 12 Agustus 2019. (Foto: Medcom.id/Willy Haryono)
Akbar Ersa (belakang) dan para mahasiswa Aligarh Moslem University saat sedang berlibur di New Delhi, India, Senin 12 Agustus 2019. (Foto: Medcom.id/Willy Haryono)

Perjuangan Mahasiswa Indonesia Hadapi Musim Panas di India

Internasional indonesia-india
Willy Haryono • 14 Agustus 2019 09:57
New Delhi: Menghadapi musim panas di India bukan perkara mudah. Dimulai sejak April hingga Juni, temperatur udara berkisar antara 40 dan 45 derajat Celcius, atau bahkan lebih hingga ke angka 50.
 
Medcom.id berkesempatan mewawancarai sekelompok mahasiswa Indonesia yang berkuliah di India, tepatnya di Aligarh Muslim University di negara bagian Uttar Pradesh. Wawancara dilakukan saat mereka semua sedang menghabiskan masa liburan di New Delhi sepanjang Agustus.
 
Salah satu dari mereka adalah Nuur Taufiiqoh, mahasiswi asal Bogor yang mengambil jurusan Communicative English. Ia mengatakan temperatur saat musim panas di India, termasuk di kota Aligarh, dapat mencapai 47 derajat Celcius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menyimpan ember berisi air di tengah ruangan, agar airnya dapat menguap dan membuat embusan angin dari kipas di langit-langit kamar menjadi lebih dingin. Kalau tidak pakai air, angin dari kipas terasa panas," ujar Nuur.
 
"Ada juga satu teman saya yang sengaja membeli kolam karet. Dia berendam di situ sambil belajar," sambungnya.
 
Perjuangan Mahasiswa Indonesia Hadapi Musim Panas di India
Aligarh Muslim University. (Foto: India Today)
 
Akbar Ersa, mahasiswa jurusan linguistik, menggunakan handuk basah sebagai alas agar dirinya dapat tidur. Namun metode itu harus dilakukan berulang-ulang karena handuk kembali kering dalam waktu singkat.
 
"Baru sekitar 20 menit handuknya sudah kering lagi. Bahkan kalau siang hari handuknya bisa kering seperti kerupuk," kata Akbar.
 
Selain soal panas, para mahasiswa juga harus menghadapi masalah pemadaman listrik. Pemadaman bisa terjadi beberapa kali dalam sehari, baik itu siang maupun malam.
 
Yasmin Ambar, mahasiswi yang mengambil jurusan linguistik seperti Akbar, mengaku kesulitan belajar akibat temperatur tinggi dan juga pemadaman listrik. "Pernah saking kesalnya saya sempat berteriak, 'Listrik!' di jendela kamar. Para mahasiswa lainnya juga ikut-ikutan teriak seperti saya," tutur Yasmin.
 
Bus Kambing
 
Temperatur panas dan pemadaman listrik merupakan dua dari sejumlah masalah yang dihadapi para mahasiswa Indonesia di Aligarh Muslim University. Di luar kampus, mereka juga menghadapi beberapa masalah lain, termasuk dalam bidang transportasi dan isu pelecehan seksual.
 
Menggunakan transportasi umum di India, terutama bus, menjadi pengalaman tak terlupakan bagi mereka. Nuur mengatakan terdapat satu moda transportasi umum yang cukup menantang, yakni "Bus Kambing."
 
Menurut Nuur, bus tersebut dinamakan demikian karena memang sering mengangkut kambing. Saat malam hari, sopir bus biasanya cenderung ugal-ugalan.
 
"Pernah suatu ketika saya sampai terpental dan kepala saya menghantam langit-langit bus," sebut Nuur sembari tertawa.
 
Perjuangan Mahasiswa Indonesia Hadapi Musim Panas di India
Bus merupakan salah satu moda transportasi utama di India. (Foto: AFP)
 
Mengenai pelecehan seksual, sejumlah pihak mempersepsikan India sebagai negara yang tidak aman bagi wanita. Salsabila Putri, teman Nuur yang mengambil jurusan psikologi, membenarkan bahwa India memang agak rawan.
 
Untuk mengatasi hal tersebut, Salsabila atau akrab disapa Sabil mengaku harus berani bersikap tegas. "Suatu hari saya pernah berjalan dan banyak pria menatap tidak sopan. Saya langsung pasang muka masam sepanjang jalan, dan Alhamdulillah tidak mengalami apa-apa," ungkapnya.
 
Sabil mengaku tetap senang berkuliah di India meski sering menghadapi masalah seperti itu. "Ada yang bilang kalau bisa bertahan hidup di India, maka bisa bertahan hidup di manapun juga. Nah, saya merasa tertantang dengan itu," lanjut Sabil.
 
Menurut data KBRI New Delhi, total jumlah mahasiswa Indonesia di India berkisar 170-180 orang. Mereka semua tersebar di beberapa negara bagian, dengan konsentrasi terbesar berada di kota Aligarh.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif