Bangunan terbakar dalam kerusuhan di Ibu Kota Honaira, Kepulauan Solomon. Foto: AFP
Bangunan terbakar dalam kerusuhan di Ibu Kota Honaira, Kepulauan Solomon. Foto: AFP

Kerusuhan Ibu Kota Kepulauan Solomon, Sentimen Anti-Tiongkok Merebak

Internasional Kerusuhan Kepulauan Solomon Kerusuhan Kepuluan Solomon
Fajar Nugraha • 25 November 2021 12:14
Honiara: Beberapa bangunan dibakar di ibu kota Kepulauan Solomon, Honiara. Ini terkait dengan kerusuhan yang terjadi pada Kamis 25 November 2021.
 
Kerusuhan terjadi ketika ribuan pedemo mengerumuni distrik pecinan kota itu pada hari kedua kerusuhan antipemerintah.
 
Saksi mata dan media lokal melaporkan massa menentang larangan pemerintah untuk turun ke jalan. Gambar langsung menunjukkan beberapa bangunan dilalap api dan gumpalan asap hitam tebal mengepul tinggi di atas ibu kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kepulauan Solomon Diwarnai Kerusuhan, Perdana Menteri Didesak Mundur.
 
Sentimen anti-Tiongkok tampak jelas terlihat ketika lahan usaha milik Tiongkok menjadi sasaran. Protes ini juga dipicu oleh persaingan antar pulau di negara Pasifik itu.
 
Sebagian besar pengunjuk rasa di Honiara dilaporkan berasal dari pulau tetangga Malaita, di mana orang telah lama mengeluhkan pengabaian oleh pemerintah pusat.
 
Pemerintah lokal pulau itu juga sangat menentang keputusan Solomon untuk mengalihkan kesetiaan diplomatik dari Taiwan ke Tiongkok pada 2019. Ini merupakan sebuah langkah yang direkayasa oleh Perdana Menteri Manasseh Sogavare yang menurut para kritikus terlalu dekat dengan Beijing.
 
Pemimpin oposisi Matthew Wale meminta perdana menteri untuk mengundurkan diri. Dia mengatakan, frustrasi atas keputusan kontroversial yang dibuat selama masa jabatannya telah menyebabkan kekerasan.
 
"Sayangnya, frustrasi dan kemarahan rakyat yang terpendam terhadap perdana menteri tumpah tak terkendali ke jalan-jalan, di mana oportunis telah mengambil keuntungan dari situasi yang sudah serius dan memburuk," ucap Wale dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis 25 November 2021.
 
Persaingan antar pulau serupa menyebabkan pengerahan pasukan penjaga perdamaian yang dipimpin Australia di Solomon dari tahun 2003 hingga 2017 dan situasi yang sedang berlangsung akan dipantau secara ketat di Canberra dan Wellington.
 
Kementerian Luar Negeri Selandia Baru mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya belum didekati oleh pemerintah Solomon untuk meminta bantuan. Pejabat Australia juga telah didekati untuk dimintai komentar.
 
Terjadi kerusuhan setelah pemilihan umum tahun 2006, dengan sebagian besar Pecinan Honiara diratakan di tengah desas-desus bahwa bisnis yang memiliki hubungan dengan Beijing telah mencurangi pemungutan suara. Sogavare mengatakan mereka yang terlibat dalam kerusuhan terbaru telah ‘tersesat’ oleh orang-orang yang tidak bermoral.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif