Pendaki di Everest Base Camp (EBC) dihadapkan pada kasus virus korona. Foto: AFP
Pendaki di Everest Base Camp (EBC) dihadapkan pada kasus virus korona. Foto: AFP

Pendaki Khawatirkan Penyebaran Covid-19 di Gunung Everest

Marcheilla Ariesta • 07 Mei 2021 13:43
Everest: Lebih dari 30 pendaki yang sakit dievakuasi dari kaki Gunung Everest. Keberadaan mereka menimbulkan kekhawatiran virus korona (covid-19) telah menyebar di gunung tertinggi dunia tersebut.
 
Pendaki Norwegia, Erlend Ness menghabiskan dua malam tidur di tendanya di base camp bulan lalu. Namun, ia tidak yakin apa yang membuatnya sakit.
 
"Saya dievakuasi ke Kathmandu dan diuji, hasil saya positif covid-19," kata Ness dilansir dari AFP, Jumat, 7 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya pikir saya bukan satu-satunya, setiap tim di base camp tahu ada risiko covid-19 dan mereka harus hati-hati," imbuhnya.
 
Rekan pendaki lainnya, Gina Marie Han-Lee memutuskan untuk meninggalkan ekspedisinya pekan lalu. Ia khawatir penyakit itu menyebar di sekitar base camp.
 
"Saya naik helikopter dari Everest Base Camp (EBC) kembali ke Kathmandu setelah satu hari. Situasi pandemi covid-19 di EBC benar-benar badai," terangnya.
 
Ia mengatakan keputusan meninggalkan perjalanannya sangat memilukan. Namun, ia mengutamakan kesehatannya. "Covid-19 di ketinggian tidak terdengar seperti sesuatu yang ingin saya dapati," imbuh dia.
 
Petugas klinik kesehatan yang melayani para pendaki mengatakan, lebih dari 30 orang telah diterbangkan dari kamp dalam beberapa pekan terakhir. Setidaknya dua orang dinyatakan positif covid-19 setelah kembali ke Ibu Kota Nepal, Kathmandu.
 
Namun, pemerintah belum mengonfirmasi satu kasus pun di Everest. Kepala Departemen Pariwisata Nepal, Rudra Singh Tamang menuturkan hal tersebut karena para pendaki dinyatakan positif covid-19 di Kathmandu.
 
"Mereka tidak melakukan tes di base camp, jadi kami tidak dapat pastikan di mana mereka tertular," imbuhnya.

Tak Ada Alat Uji Covid-19

Para ahli kesehatan di base camp Everest mengatakan mereka tidak memiliki kapasitas untuk menguji covid-19.
 
"Kami memiliki izin untuk hanya bekerja sebagai klinik. Jadi kami tidak melakukan tes di sini. Kami telah mengajukan permintaan tapi belum ada yang terjadi hingga kini," seru seorang dokter di sana.
 
Industri pariwisata Nepal mengalami pukulan yang menghancurkan tahun lalu ketika pandemi mendorong penutupan total jalur pendakian Everest. Ini menyebabkan hilangnya pendapatan jutaan orang yang bergantung di industri tersebut.
 
Tahun ini, pihak berwenang telah melonggarkan aturan karantina dalam upaya untuk memikat kembali para pendaki asing. Nepal telah mengeluarkan izin pendakian ke lebih dari 400 orang.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif