Tiongkok ingin menjadikan XInjiang sebagai pusat resor olahraga musim dingin. (STR CNS/AFP)
Tiongkok ingin menjadikan XInjiang sebagai pusat resor olahraga musim dingin. (STR CNS/AFP)

Tiongkok 'Jual' Xinjiang Sebagai Pusat Olahraga Musim Dingin

Marcheilla Ariesta • 09 Februari 2022 14:27
Xinjiang: Tiongkok 'menjual' wilayah Xinjiang sebagai salah satu tempat tujuan olahraga musim dingin di negara itu. Selama ini, Xinjiang kerap diberitakan sebagai lokasi terjadinya dugaan pelanggaran hak asasi manusia secara masif oleh Pemerintah Tiongkok.
 
Sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin tahun ini, kepemimpinan Tiongkok menyatakan harapannya untuk mengubah industri olahraga musim dingin, dan Xinjiang diberi peran utama dalam mewujudkannya.
 
Tentu saja yang dilakukan Tiongkok sangat kontras dengan klaim kelompok-kelompok hak asasi manusia dan negara Barat lainnya. Mereka menuduh ada lebih dari satu juta orang di Xinjiang yang ditahan di sejumlah kamp untuk melakukan kerja paksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Pelanggaran Berat HAM Diduga Terjadi di Xinjiang
 
Beijing membantah semua tuduhan. Mereka mengatakan, kritik semacam itu merupakan bentuk politisasi olahraga. Pasalnya, Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Barat lainnya melakukan boikot dengan tidak mengirimkan perwakilan politiknya ke Olimpiade Musim Dingin 2022.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 9 Februari 2022, 'demam ski' kini terjadi di Xinjiang. Kaum urban muda mengambil foto selfie dengan peralatan ski di depan pegunungan yang tertutup salju di Xinjiang.
 
Jumlah resor ski domestik di Xinjiang telah meningkat empat kali lipat sejak Beijing memenangkan tawaran tahun 2015 untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin. Di Xinjiang, jumlah resor ski berkisar 72.
 
Dalam upaya melabeli Xinjiang sebagai situs olahraga, media pemerintah Tiongkok menampilkan penduduk lokal yang beraktivitas di atas es, serta profil atlet muda dari etnis minoritas di kawasan tersebut.
 
Dalam satu video, seorang vlogger dari etnis minoritas Uighur melakukan tur ke taman salju baru yang "bahagia dan mengasyikkan" di wilayah Xinjiang selatan.
 
Seorang pemain ski lintas alam Uighur muda bahkan dipilih untuk menjadi pembawa obor terakhir dalam upacara pembukaan Olimpiade Jumat lalu.
 
"Kebijakan Tiongkok yang giat mengembangkan olahraga es dan salju, serta mempromosikan kesehatan masyarakat, menguntungkan warga dari semua kelompok etnis," tutur juru bicara Kementerian Luar Negero Zhao Lijian.
 
"Hal ini juga mencerminkan bahwa anggota dari kelompok etnis yang berbeda adalah bagian dari satu keluarga besar," lanjut dia.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif