Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Korsel Kembangkan Rudal Berkekuatan Besar untuk Hadapi Korut

M Sholahadhin Azhar • 03 September 2021 06:16
Seoul: Korea Selatan (Korsel) memasuki tahap akhir pengembangan rudal balistik yang dapat membawa hulu ledak hingga 3 ton. Rudal balistik ini terungkap ketika negara itu mengumumkan proposal anggaran untuk memperkuat pertahanannya terhadap Korea Utara (Korut) pada Kamis, 2 September 2021.
 
Dalam cetak biru pertahanan untuk 2022-2026, Kementerian Pertahanan Korsel mengaku mengembangkan rudal baru dengan kekuatan destruktif yang ditingkatkan secara signifikan. Ini termasuk meningkatkan sistem pertahanan rudal dan menyebarkan pencegat baru terhadap artileri jarak jauh.
 
"Kami akan mengembangkan rudal yang lebih kuat, jarak jauh dan lebih tepat untuk melakukan pencegahan dan mencapai keamanan dan perdamaian di Semenanjung Korea," kata Kementerian Pertahanan Korsel dalam sebuah pernyataan kepada Kantor Berita Yonhap, seperti dikutip AFP Kamis, 2 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Indonesia-Korsel Bahas Pengembangan Kapasitas bagi Personel Pertahanan
 
“Di antara rudal-rudal itu adalah senjata baru dengan jangkauan penerbangan 350-400 kilometer dan muatan hingga 3 ton. Rudal ini dirancang untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah seperti yang diyakini digunakan Korea Utara untuk menyimpan senjata nuklir,” Yonhap melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.
 
Rudal itu akan menjadi yang terbaru dalam perlombaan rudal konvensional antara kedua Korea yang akan dipercepat setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat sepakat untuk membatalkan semua pembatasan bilateral pada pengembangan rudal Seoul awal tahun ini.
 
Pada 2020, Korea Selatan mengumumkan rudal balistik jarak pendek (SRBM) Hyunmoo-4 yang baru dapat membawa hulu ledak 2 ton. Sementara pada Maret Korea Utara menguji SRBM yang dikatakan dapat mengirimkan muatan 2,5 ton. Hyunmoo-4 adalah rudal terbesar Korea Selatan.
 
"Menyusul penghentian pedoman, kami akan melakukan pencegahan terhadap potensi ancaman dan meningkatkan kemampuan serangan terhadap target utama," sebut pernyataan kementerian pertahanan.
 
Sebelum dekade ini berakhir, Asia akan dipenuhi dengan rudal konvensional yang terbang lebih jauh dan lebih cepat, menghantam lebih keras, dan lebih canggih dari sebelumnya - perubahan yang mencolok dan berbahaya dari beberapa tahun terakhir, kata para analis, diplomat, dan pejabat militer.
 
Secara keseluruhan cetak biru pertahanan Korea Selatan menyerukan pengeluaran 315,2 triliun won, peningkatan rata-rata 5,8 persen tahun-ke-tahun, selama lima tahun ke depan.

 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif