Dubes Dewi Gustina Tobing (kanan) bersama Menteri Kehakiman Sri Lanka, Ali Sabry. (KBRI Colombo)
Dubes Dewi Gustina Tobing (kanan) bersama Menteri Kehakiman Sri Lanka, Ali Sabry. (KBRI Colombo)

Dubes RI dan Menteri Sri Lanka Sepakat Dorong Dialog Antar Agama

Willy Haryono • 23 Maret 2022 08:22
Colombo: Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka, Dewi Gustina Tobing, melakukan pertemuan dengan Menteri Kehakiman Sri Lanka, Ali Sabry, di Kementerian Kehakiman Sri Lanka pada Senin, 21 Maret.
 
Kedua pejabat mendorong perlunya menggali potensi kerja sama di berbagai bidang guna lebih memperkuat hubungan kedua negara mengingat Indonesia dan Sri Lanka memiliki ikatan sejarah yang telah terjalin sejak abad ke-5 masehi. 
 
Hubungan ini semakin kuat dengan dibukanya hubungan diplomatik kedua negara pada tanggal 6 Agustus 1952 dan tahun ini mencapai 70 tahun. Para pemimpin kedua negara juga memiliki peran penting dalam menggagas Konferensi Asia Afrika yang melahirkan Gerakan Non-Blok. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dubes Dewi dan Menteri Sabry lebih lanjut merencanakan kegiatan dialog antar agama untuk berbagi gagasan dan pengalaman mempromosikan toleransi keberagaman di kedua negara," ungkap Heru Prayitno, Minister Counsellor KBRI Colombo, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Dalam kaitan ini, Menteri Sabry menghargai kemajemukan masyarakat Indonesia yang hidup berdampingan secara harmoni dan toleran.
 
"Menteri Sabry juga menyampaikan penghargaan kepada Indonesia sebagai penduduk Muslim terbesar didunia yang menjaga dengan baik Candi Borobudur yang merupakan Candi Budha terbesar di dunia dan juga situs-situs lainnya," jelas Dubes Dewi. 
 
Candi Borobudur membuka potensi bagi peningkatan wisata religi dari Sri Lanka ke Indonesia terutama pemeluk agama Budha. "Hal ini juga dapat mendorong saling kunjung antara pendeta Budha Sri Lanka dan pendeta Budha Indonesia," lanjut Dubes Dewi. 
 
Topik lain yang juga mengemuka pada pembicaraan kedua pejabat adalah mengenai Presidensi Indonesia di G20, peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Sri Lanka, pentingnya perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia-Sri Lanka, kegiatan bisnis, people to people, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat Sri Lanka keturunan Indonesia.
 
Baca:  Indonesia-Sri Lanka Sepakat Dorong Perundingan Preferential Trade Agreement

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif