Jubir Kemenlu Tiongkok Zhao Lijian./AFP
Jubir Kemenlu Tiongkok Zhao Lijian./AFP

Tiongkok Marah AS Ubah Kata-kata Tentang Taiwan di Situs Kemenlu

Internasional Amerika Serikat Tiongkok taiwan as-tiongkok tiongkok-taiwan
Marcheilla Ariesta • 10 Mei 2022 18:46
Beijing: Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengecam Amerika Serikat (AS) karena mengubah kata-kata di situs web Kemenlu AS mengenai Taiwan. Mereka mengatakan, 'manipulasi politik' tidak akan berhasil mengubah status quo di Selat Taiwan.
 
Bagian yang dihapus adalah kata-kata 'tidak mendukung kemerdekaan Taiwan dan mengakui posisi Tiongkok, bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok'. Pemerintah Tiongkok daratan menganggap pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai wilayah Tiongkok dan tidak dapat diganggu gugat.
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian mengatakan, hanya ada satu Tiongkok, dan Taiwan adalah milik mereka. Ia menegaskan, Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya pemerintah resmi yang mewakili seluruh negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perubahan lembar fakta Amerika Serikat tentang hubungan Taiwan-AS adalah tindakan kecil fiktif yang melubangi prinsip satu Tiongkok," kata Zhao, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Baca juga: Gedung Putih: AS Pantau Dampak Inflasi dari Tarif Tinggi ke Tiongkok
 
"Manipulasi politik semacam ini pada pertanyaan Taiwan adalah upaya untuk mengubah status quo di Selat Taiwan, dan pasti akan mengobarkan api yang hanya membakar Amerika Serikat," sambung dia.
 
Kemenlu AS belum menanggapi protes tersebut.
 
Perubahan kata-kata tampaknya telah terjadi pada 5 Mei, tanggal di bagian atas lembar fakta, tetapi hanya diketahui secara luas di media Tiongkok dan Taiwan pada hari ini.
 
Zhao juga menambahkan kata-kata pada Enam Jaminan, mengacu enam jaminan keamanan era Reagan yang diberikan kepada Taiwan. Hal itu dideklasifikasikan oleh Amerika Serikat pada 2020.
 
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan sebagai tanggapan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kemampuan pertahanan diri, dan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain yang berpikiran sama untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik.
 
Beijing mengatakan, Taiwan adalah masalah paling sensitif dan penting dalam hubungannya dengan Amerika Serikat.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif