Warga memeriksa kondisi sebuah kapal yang mengangkut pengungsi Rohingya di Pidie, Aceh, 27 Desember 2022. (AMANDA JUFRIAN / AFP)
Warga memeriksa kondisi sebuah kapal yang mengangkut pengungsi Rohingya di Pidie, Aceh, 27 Desember 2022. (AMANDA JUFRIAN / AFP)

UNHCR Investigasi Asal Muasal 185 Rohingya yang Terdampar di Aceh

Willy Haryono • 27 Desember 2022 14:49
New York: Komisaris Tinggi Pengungsian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mencari informasi dan menyelidiki asal muasal sekitar 185 Muslim Rohingya yang terdampar di Aceh belum lama ini, sembari mengingatkan bahwa tambahan pengungsi mungkin akan datang di hari-hari mendatang.
 
Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan sejumlah Rohingya yang mengalami kelelahan serta dehidrasi. Banyak dari mereka begitu lemah dan terlihat kurus kering.
 
Senin kemarin, sejumlah pengungsi Rohingya yang terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak terdampak di pantai Ujong Pie di Muara Tiga, sebuah desa pesisir di distrik Pidie, Aceh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka sangat lemah karena mengalami dehidrasi dan kelelahan setelah terombang-ambing di laut selama berminggu-minggu," ucap kepala kepolisian lokal, Fauzi.
 
Mengutip dari laporan Irish Examiner, Selasa, 27 Desember 2022, Muhammad Rafki Syukri dari UNHCR mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan penerjemah bahasa Rohingya dan jasa konseling untuk menentukan apakah para pengungsi ini berasal dari kelompok 190 orang yang dilaporkan PBB terombang-ambing di Laut Andaman selama sebulan.
 
"Dengan konflik berkepanjangan dan situasi tak aman di negara asal mereka, sangat mungkin pergerakan pengungsi untuk mencari tempat aman akan terus meningkat," tutur Syukri.
 
Chris Lewa, direktur kelompok Arakan Project yang menangani isu-isu Rohingya, mengonfirmasi pada Selasa ini bahwa kapal yang mendarat Senin kemarin di Ujong Pie berasal dari kelompok 190 pengungsi.
 
Namun menurut Syukri, UNHCR belum dapat memverifikasi informasi tersebut dan masih berkoordinasi dengan sejumlah pemerintah di kawasan.
 
"Kami akan mencari tambahan informasi untuk memastikan datanya aktual," ungkap Syukri saat mengunjungi para pengungsi Rohingya di sebuah sekolah yang ditutup selama libur sekolah di desa Muara Tiga.
 
Baca:  Terombang-ambing di Tengah Laut, 180 Rohingya Dikhawatirkan Tewas
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif