Warga Myanmar menentang kudeta militer dengan lakukan protes. Foto: AFP
Warga Myanmar menentang kudeta militer dengan lakukan protes. Foto: AFP

Duta Besar Myanmar untuk Inggris Minta Aung San Suu Kyi Dibebaskan

Internasional konflik myanmar myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar Protes Myanmar
Yogi Bayu Aji • 09 Maret 2021 07:29
London: Duta Besar Myanmar untuk Inggris Kyaw Zwar Minn pada Senin 8 Maret menyerukan pembebasan pemimpin negaranya yang ditahan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint. Desakan Kyaw Zwar Minn mendapat pujian dari Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab atas ‘keberaniannya’.
 
Desakan Dubes Minn tampaknya menjadi pemberontakan diplomatik yang semakin dalam melawan junta di Myanmar. Dirinya mengatakan memilih "jalur diplomatik. Jawaban untuk krisis saat ini hanya bisa di meja perundingan".
 
"Kami meminta pembebasan Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi dan Presiden U Win Myint," katanya dalam pernyataan yang dipublikasikan di halaman Facebook Kedutaan Myanmar yang dikutip AFP, Selasa 9 Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Desakan dari Dubes Minn diucapkan setelah berbicara dengan Menlu Raab dan Menteri Inggris untuk Asia, Nigel Adams.
 
Inggris telah menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi dan para pemimpin lainnya yang digulingkan dalam kudeta militer 1 Februari. Mereka juga menuntut pemulihan demokrasi.
 
"Saya memuji keberanian dan patriotisme Duta Besar Myanmar Kyaw Zwar Minn dalam menyerukan pembebasan Aung Sung Suu Kyi dan Presiden U Win Myint dan agar hasil pemilu 2020 dihormati," kata Raab dalam sebuah pernyataan.
 
Pekan lalu, Kedutaan Myanmar di Washington juga mengisyaratkan pemutusan hubungan dengan junta. Mereka mengeluarkan pernyataan yang mengecam kematian warga sipil yang memprotes kudeta dan menyerukan pihak berwenang untuk ‘menahan diri sepenuhnya’.
 
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan pengekangan maksimum dan mendesak pembebasan yang aman bagi semua tanpa kekerasan atau penangkapan. Hal ini disampaikannya melalui Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.
 
Kantor PBB di Myanmar serta Kedutaan besar AS dan Inggris mengimbau pasukan keamanan untuk mengizinkan pengunjuk rasa pergi tanpa kekerasan atau penangkapan.
 
Tidak ada tanda-tanda mereka mundur. Di Facebook, warga dan layanan berita MTK setempat memposting bahwa hingga Selasa dini hari bahwa 20 orang telah ditangkap di Sanchaung setelah polisi menggeledah rumah.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif