Polisi Myanmar berhadapan dengan para pedemo penentang kudeta. Foto: AFP
Polisi Myanmar berhadapan dengan para pedemo penentang kudeta. Foto: AFP

Dua Pedemo Penentang Kudeta Myanmar Tewas Ditembak di Kepala

Internasional konflik myanmar myanmar politik myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar
Marcheilla Ariesta • 08 Maret 2021 17:37
Myitkyina: Sebanyak dua pedemo penentang kudeta tewas akibat luka tembakan di kepala. Menurut saksi mata, keduanya tewas di Myitkyina, Myanmar.
 
Dari unggahan foto di Facebook, diperlihatkan jenazah dua pria yang tewas itu terbaring di jalanan.
 
Baca: Tekan Junta Militer, Pertokoan dan Pabrik Myanmar Berhenti Beroperasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka mengambil bagian dalam protes ketika polisi menembakkan granat dan gas air mata," kata salah seorang saksi mata, dilansir dari Nikkei Asia, Senin, 8 Maret 2021.
 
"Beberapa orang juga tertembak. Tembakan berasal dari gedung-gedung di sekitar," imbuh saksi mata tersebut.
 
Pada pagi tadi, saksi mata itu melaporkan adanya tembakan dan granat di Yangon sejak semalam. Pasukan keamanan juga terlihat menjaga rumah sakit dan universitas di beberapa bagian negara tersebut.
 
Media lokal melaporkan militer telah menduduki institusi di seluruh Myanmar.
 
Serikat dagang Myanmar menyerukan penutupan ekonomi sebagai langkah menentang kudeta militer di negara itu. Seruan ini diikuti penutupan toko, pabrik dan bank di Myanmar.
 
Serikat pekerja menyebutkan membiarkan bisnis dan kegiatan ekonomi terus berlanjut hanya akan membantu militer. "karena mereka menekan energi rakyat Myanmar," kata serikat dagang Myanmar.
 
"Sekarang waktunya kita untuk mengambil tindakan mempertahankan demokrasi kita," seru mereka.
 
Saksi mata mengatakan hanya beberapa toko teh kecil yang buka di Yangon. Pusat perbelanjaan utama sudah ditutup dan tidak ada pekerjaan di pabrik.
 
Protes di Myanmar tak kunjung padam, militer pun tak kunjung menyerah melawan rakyat. Lebih dari 50 orang dilaporkan tewas dalam sepekan terakhir akibat kekerasan militer terhadap pedemo.
 
Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik menunjukkan hampir 1.800 orang telah ditahan di bawah junta pada akhir pekan kemarin.
 
(WAH)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif