Mantan PM Malaysia Najib Razak disebut membuat malu nasional karena kasus korupsinya. Foto: The Star
Mantan PM Malaysia Najib Razak disebut membuat malu nasional karena kasus korupsinya. Foto: The Star

Mantan PM Malaysia Kecewa Disebut Buat Malu Negara karena Korupsi

Fajar Nugraha • 09 Desember 2021 08:04
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, dia “sangat, sangat kecewa” dengan keputusan Pengadilan Tinggi yang menyebutnya membuat malu nasional ketika menegakkan hukuman korupsinya.
 
Dalam konferensi pers online yang diselenggarakan oleh pengacaranya Muhammad Shafee Abdullah pada Rabu 8 Desember Najib mengatakan, dia telah menciptakan kekayaan bagi negara selama masa jabatannya sebagai perdana menteri.
 
“Tentu saya sangat-sangat kecewa dengan hal itu karena sepanjang karir saya, saya selalu fokus pada bagaimana memajukan kepentingan nasional,” ujarnya saat dimintai komentar atas pernyataan Hakim Abdul Karim Abdul Jalil, seperti dikutip The Straits Times, Kamis 9 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kekalahan Banding Najib Razak dalam Kasus Korupsi Membuat Malu Malaysia.
 
“Dan seperti yang Anda ketahui selama masa jabatan saya sebagai perdana menteri, sebagai contoh saja, total aset negara di bawah pengawasan saya tumbuh dari RM800 juta menjadi 2 triliun Ringgit Malaysia. Oleh karena itu saya menciptakan banyak kekayaan untuk negara,” katanya.
 
Najib malah menyoroti “masalah skandal lainnya”, yang menurutnya telah menyebabkan kerugian finansial yang lebih besar bagi negara.
 
“Ada insiden lain, masalah skandal lainnya, misalnya skandal seputar valuta asing yang menyebabkan kerugian sekitar 31 miliar Ringgit Malaysia,” tegasnya.
 
“Jika Anda memasukkannya ke dalam konteks, bukankah itu kerugian yang jauh lebih besar?” katanya, menyinggung kerugian perdagangan valuta asing yang dialami oleh Bank Negara Malaysia pada awal 1990-an ketika Dr Mahathir Mohamad menjabat sebagai perdana menteri keempat Malaysia.
 
Pengadilan banding Malaysia menjunjung tinggi hukuman terkait 1MDB Najib, menyebut tindakannya sebagai 'memalukan nasional'
 
Upaya Najib untuk menghadirkan bukti baru dalam banding SRC ditolak; vonis akan disampaikan pada Rabu. Sebelumnya, pengadilan banding menolak bandingnya terhadap tujuh tuduhan korupsi penyelewengan 42 juta Ringgit Malaysia dari SRC International, anak perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
 
Pengadilan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi pada 28 Juli tahun lalu, yang membuat Najib dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan denda 210 juta Ringgit Malaysia setelah dia dinyatakan bersalah atas tiga tuduhan pelanggaran pidana, tiga tuduhan pencucian uang dan satu tuduhan penyalahgunaan kekuasaan oleh Pengadilan Tinggi.
 
Dalam memberikan penilaian tiga orang pada Rabu, Hakim Abdul Karim menolak argumen pembela bahwa beberapa tindakan Najib adalah untuk kepentingan nasional.
 
"Tidak ada kepentingan nasional di sini, hanya rasa malu nasional," katanya kepada pengadilan di ibu kota administratif Putrajaya, AFP melaporkan.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif