Poster wajah pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing dipasang di sebuah perisai buatan demonstran di kota Yangon, Myanmar. (STR / AFP)
Poster wajah pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing dipasang di sebuah perisai buatan demonstran di kota Yangon, Myanmar. (STR / AFP)

Junta Myanmar Malah Berpesta di Hari Tewasnya Lebih dari 100 Pedemo

Internasional konflik myanmar politik myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar
Willy Haryono • 29 Maret 2021 07:50
Naypyidaw: Sabtu pekan kemarin menjadi hari paling mematikan dalam demonstrasi menentang kudeta di Myanmar, dengan jumlah korban jiwa mencapai lebih dari 100. Menurut catatan grup pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), total kematian demonstran di tangan pasukan keamanan Myanmar sejak Februari lalu telah melampaui 400 orang.
 
Di hari yang sama, jajaran junta militer Myanmar diketahui malah berpesta. Pemimpin junta Min Aung Hlain dan para jenderalnya menggelar pesta mewah pada malam hari usai parade militer di Hari Pasukan Bersenjata.
 
Hari Pasukan Bersenjata selama ini dirayakan Myanmar dalam memperingati dimulainya perlawanan terhadap penjajahan Jepang di tahun 1945. Perayaan tetap digelar tahun ini, meski lebih dari 100 orang tewas di hari yang sama dalam bentrokan di sejumlah kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangkaian foto dari tayangan televisi nasional Myanmar memperlihatkan jajaran militer, termasuk Min Aung Hlaim, mengenakan seragam putih dan dasi kupu-kupu. Ia terlihat berjalan di karpet merah, tersenyum ke arah beberapa jenderal, dan duduk di meja besar untuk makan malam.
 
Pesta mewah tersebut memicu kemarahan besar di media sosial, termasuk dari aktivis Maung Zarni.
 
"Wahai Dunia, kami #Myanmar sudah tidak lagi memandang geng bersenjata yang dipimpin Ma Aa La sebagai Pasukan Bersenjata kami lagi," tulis Maung Zarni di Twitter, dilansir dari laman BBC pada Senin, 29 Maret 2021.
 
"Kini kami menyebut mereka sebagai Naypyidaw #Teroris. Saat berpesta, para teroris ini memakai tuksedo," sambungnya.
 
Beberapa pengguna internet menambahkan foto-foto korban tewas di samping mereka yang berpesta sebagai bentuk kecaman.
 
Sementara itu dalam parade militer pada Sabtu siang, Min Aung Hlaing mengatakan bahwa dirinya ingin "melindungi demokrasi." Namun ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan "aksi kekerasan."
 
Baca:  Junta Myanmar Serukan Pedemo untuk Belajar dari Banyaknya Kematian
 
Menurut menteri pertahanan dari 12 negara, justru militer Myanmar yang sejak Februari lalu menggunakan kekerasan terhadap demonstran. Para menhan tersebut membuat pernyataan gabungan dalam mengutuk keras junta Myanmar, terutama atas kematian lebih dari 100 demonstran pada Sabtu kemarin.
 
Kudeta militer di Myanmar terjadi pada 1 Februari lalu, yang diawali dengan penahanan sejumlah tokoh penting, termasuk pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif