Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer (tengah) memulai rangkaian pertemuan dengan junta Myanmar pada Rabu, 17 Agustus 2022. (Myanmar's Military Information Team/AFP -)
Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer (tengah) memulai rangkaian pertemuan dengan junta Myanmar pada Rabu, 17 Agustus 2022. (Myanmar's Military Information Team/AFP -)

Utusan Khusus PBB Memulai Dialog dengan Junta Myanmar

Willy Haryono • 17 Agustus 2022 17:00
Naypyidaw: Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Myanmar, Noeleen Heyzer, memulai rangkaian pertemuan dengan jajaran petinggi junta militer di negara tersebut pada Rabu, 17 Agustus 2022. Ini merupakan pertemuan pertama Heyzer dengan junta Myanmar sejak dirinya ditunjuk menjadi utusan khusus PBB sekitar 10 bulan lalu.
 
Selasa kemarin, PBB mengatakan bahwa kunjungan Heyzer di Myanmar "akan fokus menyoroti kekhawatiran-kekhawatiran mendesak dan situasi yang semakin memburuk (di Myanmar) serta area-area prioritas lain sesuai mandat beliau."
 
Heyzer tidak merespons pertanyaan media AFP mengenai apakah dirinya akan bertemu pemimpin de facto Myanmar yang telah digulingkan junta, Aung San Suu Kyi, dalam agenda kerja hari ini. Ia meninggalkan hotelnya dalam iring-iringan polisi dan petugas keamanan berpakaian sipil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suu Kyi, 77, telah ditahan junta Myanmar sejak militer melakukan kudeta tahun lalu. Senin kemarin, Suu Kyi telah divonis enam tahun penjara atas empat kasus korupsi, yang menjadikan total hukumannya di bawah pengadilan Myanmar mencapai 17 tahun.
 
Menurut keterangan juru bicara junta Myanmar Zaw Min Tun, Heyzer dijadwalkan bertemu menteri luar negeri dan juga pemimpin junta, Jenderal Min Aung Hlaing, hari Rabu ini.
 
"Kami berharap ada hasil baik (dari pertemuan ini," tutur Zaw dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari Digital Journal.
 
Baca:  Menanti Hampir 10 Bulan, Utusan PBB Akhirnya Tiba di Myanmar
 
Tahun lalu, militer Myanmar melakukan kudeta dengan alasan adanya kecurangan dalam pemilihan umum. Aksi unjuk rasa menentang kudeta pun meletus, yang direspons junta dengan aksi kekerasan.
 
Sejak terjadinya kudeta militer, Suu Kyi dihantam setidaknya 18 dakwaan, yang jika semuanya dinyatakan terbukti bersalah dapat berujung pada akumulasi vonis hampir 190 tahun penjara. Suu Kyi berulang kali menyebut semua dakwaan tersebut absurd.
 
Dalam persidangan terbaru, Suu Kyi dinyatakan bersalah atas penyelewengan dana Yayasan Daw Khin Kyi untuk membangun sebuah rumah. Ia juga dinyatakan bersalah atas penyewaan lahan pemerintah dalam nominal yang sudah dipangkas dari harga normal.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif