Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer. (RAVEENDRAN / AFP)
Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer. (RAVEENDRAN / AFP)

Menanti Hampir 10 Bulan, Utusan PBB Akhirnya Tiba di Myanmar

Willy Haryono • 16 Agustus 2022 21:04
New York: Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Myanmar, Noeleen Heyzer, akhirnya mengunjungi negara tersebut pada Selasa, 16 Agustus 2022. Lawatan ini baru bisa terlaksana hampir 10 bulan usai dirinya mengisi jabatan tersebut.
 
"Noeleen Heyzer akan fokus menyoroti kekhawatiran-kekhawatiran mendesak dan situasi yang semakin memburuk (di Myanmar)," ujar pernyataan resmi PBB, dikutip dari voanews.
 
Disebutkan bahwa Heyzer akan bekerja sejalan dengan Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penghentian semua aksi kekerasan di Myanmar dan pembukaan akses kemanusiaan tanpa gangguan ke negara tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PBB tidak mengelaborasi detail rencana Heyzer di Myanmar. PBB hanya mengatakan bahwa kunjungan ini bisa terlaksana usai berlangsungnya "konsultasi ekstensif dengan aktor dari semua spektrum politik, masyarakat sipil dan juga komunitas yang terdampak konflik saat ini."
 
Heyzer tiba di Myanmar satu hari usai pengadilan di negara tersebut menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada pemimpin sipil terguling, Aung San Suu Kyi, atas empat kasus korupsi.
 
Sejak terjadinya kudeta militer Myanmar pada Februari 2021, Suu Kyi dihantam setidaknya 18 dakwaan, yang jika semuanya dinyatakan terbukti bersalah dapat berujung pada akumulasi vonis hampir 190 tahun penjara. Suu Kyi berulang kali menyebut semua dakwaan tersebut absurd.
 
Suu Kyi dinyatakan bersalah atas penyelewengan dana Yayasan Daw Khin Kyi untuk membangun sebuah rumah. Ia juga dinyatakan bersalah atas penyewaan lahan pemerintah dalam nominal yang sudah dipangkas dari harga normal.
 
Ditahan di sebuah lokasi di Naypyidaw, Suu Kyi sudah dijatuhi vonis 11 tahun penjara dalam beberapa kasus.
 
Tahun lalu, militer Myanmar melakukan kudeta dengan alasan adanya kecurangan dalam pemilihan umum. Aksi unjuk rasa menentang kudeta pun meletus, yang direspons junta dengan aksi kekerasan.
 
Baca:  Utusan Khusus ASEAN: Superman Saja Tak Bisa Selesaikan Masalah Myanmar
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif