Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dalam pertemuan B20 di Bali, 14 November 2022. (B20)
Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dalam pertemuan B20 di Bali, 14 November 2022. (B20)

Presiden Korsel Yakin Transformasi Digital Solusi Krisis Keuangan Dunia

Marcheilla Ariesta • 14 November 2022 14:59
Bali: Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol menegaskan, krisis keuangan kali ini berbeda dengan yang dihadapi pada 2008 silam. Menurutnya, krisis kali ini lebih disebabkan oleh guncangan 'sisi penawaran.'
 
"Pada 2008, krisisnya lebih ke dalam sistem keuangan, di mana kejutan besar bagi perekonomian global terjadi karena kontraksi tajam dalam permintaan," kata Yoon dalam pernyataannya di B20 di Bali, Senin, 14 November 2022.
 
Namun, situasi saat ini berbeda. Menurut Yoon, berbagai konflik geopolitik dalam rantai pasokan di tengah proses pemulihan ekonomi memperparah krisis ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini, kata Yoon, meningkatkan biaya produksi dan mengurangi dampak pasokan. Oleh karena itu, banyak solusi krisis juga harus ditemukan.
 
"Peran pemerintah juga harus berubah. Saya datang ke sini karena percaya bahwa kita dapat mengatasi krisis dengan memperkuat konstitusi ekonomi, mengubah sistem ekonomi yang berpusat pada pasar swasta," sambungnya.
 
Ia menambahkan, negaranya berani mencoba menciptakan lingkungan kondusif bagi kewirausahaan dalam hal membatasi investasi perusahaan. Di sisi lain, kata Yoon, transformasi digital adalah aspek terpenting untuk menghadapi krisis ini.
 
Di Korea Selatan, katanya, mereka berinovasi dengan peraturan yang sudah ketinggalan zaman, sehingga perusahaan digital tidak terjebak dalam era analog. Tak hanya itu, ungkap Yoon, Korsel juga mereformasi pendidikan dan pelatihan kejuruan untuk memelihara sumber daya manusia yang diperlukan di era digital.
 
"Kami juga secara intensif mendukung pengembangan teknologi di bidang digital utama, seperti kecerdasan buatan, komunikasi generasi mendatang, keamanan siber dan lainnya," ungkap Yoon.
 
"Pemerintah Korea mempromosikan informasi platform digital sebagai tugas prioritas, yang secara dramatis meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan lingkungan di mana nilai baru diciptakan," sambungnya.
 
Dia berharap, dalam KTT G20 ini, yang menjadi perhatian Korsel, seperti revitalisasi perdagangan digital, penguatan rantai pasokan global dan penguatan inklusivitas akan dibahas dan memberikan hasil konkret.
 
"Kami berharap ini akan menjadi pilar utama dalam kerja sama berlapis untuk inovasi sisi penawaran global. Kami akan mendukung Anda dalam peran aktif," kata Yoon.
 
"Mari kita kumpulkan kebijaksanaan bersama sehingga bisa dengan cepat mengatasi krisis global yang kompleks ini," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 
Baca:  Transformasi Digital Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif