Dalam sebuah proposal, Rusia memaparkan deretan keinginan secara mendetail yang disebutnya sebagai hal esensial untuk menurunkan ketegangan saat ini, termasuk mengenai isu Ukraina.
"Moskow menginginkan hubungan yang stabil dan dapat diprediksi dengan Washington," ujarnya.
Baca: Rusia Sebut Hubungannya dengan AS Belum Mencapai Titik Terendah
Sementara itu, penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan bahwa AS siap untuk berdialog dengan Rusia atas permohonan keamanan mereka. Nantinya, lanjut dia, AS juga akan menyampaikan beberapa kekhawatiran kepada Rusia.
Ukraina dan AS mengatakan bahwa Rusia memiliki lebih dari 90 ribu personel militer di area perbatasan. Penumpukan pasukan ini dianggap sebagai persiapan invasi Rusia ke Ukraina. Moskow berulang kali membantahnya.
"Kami tidak menginginkan konflik, dan kami ingin mencapai sebuah kesepakatan," tutur Ryabkov.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News