Mantan Menlu Hassan Wirajuda. Foto: AFP
Mantan Menlu Hassan Wirajuda. Foto: AFP

5 Poin Konsensus Myanmar Perlu Dimodifikasi, Termasuk Utusan Khusus

Marcheilla Ariesta • 29 November 2022 19:38
Jakarta: Mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajudha mengatakan, ASEAN perlu memodifikasi 5 Poin Konsensus Myanmar. Salah satu faktor yang perlu ditinjau lagi adalah penunjukkan special envoy atau utusan khusus ASEAN.
 
"Faktor dua kali keketuaan di bawah Brunei Darussalam dan Kamboja, termasuk pengangkatan special envoy of the chair dalam menyelesaikan masalah adalah suatu kepeluan buat kita untuk melihat lagi, mungkin memodifikasi 5 Poin Konsensus," kata Hassan kepada awak media, Selasa, 29 November 2022.
 
"Salah satunya misalnya tentang pengangkatan a special envoy, sejak Brunei ketua itu diperdebatkan," ucapnya.
 
Baca: Satu Tahun Keketuaan ASEAN Tak Cukup untuk Selesaikan Isu Myanmar.

Menurutnya, penentuan utusan khusus tersebut menjadi sebuah perdebatan cukup lama di ASEAN. Menurutnya, memperdebatkan hal tersebut membuang waktu  banyak bagi ASEAN untuk menyelesaikan masalah Myanmar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekarang, permasalahan lainnya adalah lamanya utusan khusus itu bertugas. Dalam praktiknya, utusan khusus ditunjuk dari negara yang menjadi ketua, dan akan bertugas hanya selama keketuaan itu saja.
 
"Dengan kata lain, dia hanya bertugas selama satu tahun. Masalahnya, apa gampang? Kalau saya melihat, paling sedikit memerlukan tiga tahun lah wajarnya bisa menangani masalah ini," seru dia.
 
Hal ini, ungkapnya, menjadi satu hal yang harus ditinjau kembali. Dan masalahnya, kata Hassan, Myanmar adalah 'tempat pembunuhan utusan khusus'. Hal tersebut berarti, tidak ada utusan khusus yang berhasil di negara itu.
 
"Ada sembilan special envoy, tujuh dari PBB, dua dari ASEAN - semuanya tidak berhasil," sambungnya.
 
Karena itu, menurutnya, perlu strategi baru terkait dengan 5 Poin Konsensus tersebut. "Dan ini yang saya harapkan, strategi Indonesia sebagai ketua yang sudah harus disiapkan dari sekarang," ujarnya.
 
Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN tahun depan. Mengambil tema 'ASEAN Matters: Epicentrum of Growth', Indonesia berharap ASEAN dapat menjadi pusat pertumbuhan sebagaimana sejarahnya, pada saat keketuaan RI mendatang.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif