Gedung US Capitol di Washington DC, AS. (AFP)
Gedung US Capitol di Washington DC, AS. (AFP)

Dubes AS Apresiasi Dukungan RI Terkait Peristiwa di Gedung Capitol

Internasional amerika serikat indonesia-as Amerika Serikat - Indonesia
Willy Haryono • 09 Januari 2021 07:49
Jakarta: Sebagai dua negara demokratis terbesar di dunia, Amerika Serikat dan Indonesia memahami bahwa bekerja untuk demokrasi tidak pernah usai. Peristiwa meresahkan yang terjadi di Gedung Capitol AS pekan ini menjadi pengingat bahwa walaupun kemerdekaan berbicara dan berkumpul adalah komponen penting dalam sebuah demokrasi yang dinamis, namun pelanggaran hukum dan aksi kerusuhan tidak pernah dapat diterima.
 
"Kebebasan yang kita miliki mampu dan harus dapat hidup berdampingan dengan mematuhi aturan hukum sepenuhnya," ucap Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Yong Kim dalam pernyataan tertulis di situs Kedubes AS pada Jumat, 8 Januari 2021.
 
"Demokrasi kita telah diuji di masa lalu dan akan diuji di masa mendatang. Pengalaman ini akan membuat kita semakin kuat seiring upaya kita menyempurnakan persatuan dan demokrasi kita," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Polisi AS Meninggal Akibat Terluka dalam Serangan Pendukung Trump
 
Dubes Kim mengatakan bahwa ketika para anggota dewan legislatif pergi meninggalkan Gedung Capitol setelah menuntaskan proses konstitusional dalam mengesahkan hasil pemilu AS, mereka melangkah pergi melintasi sebuah lukisan dinding di langit-langit kubah Gedung Capitol AS yang menyandang kata-kata E Pluribus Unum.
 
"Hal ini menjadi pengingat bagi kita dan masyarakat Indonesia di penjuru Nusantara bahwa moto yang mereka kenal, Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya sekadar moto, tapi sebuah seruan untuk bertindak bagi mereka yang ingin membuat negaranya menjadi lebih baik," kata Dubes Kim.
 
Ia berterima kasih atas kata-kata dukungan yang diberikan Indonesia atas peristiwa di Gedung Capitol. Dukungan dan keyakinan Indonesia terhadap institusi demokratis di AS dinilai Dubes Kim sebagai sesuatu yang penting.
 
"Selama lebih dari 70 tahun persahabatan kita, kedua negara sama-sama mempunyai keyakinan bahwa masyarakat yang adil dan beradab akan berada dalam tahap terbaiknya, dan pemerintah dalam tahap terbaiknya akan berada di pihak rakyat," pungkasnya. 
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif