Menlu Retno Marsudi saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada Rabu, 6 Januari 2021. (Kemenlu RI
Menlu Retno Marsudi saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada Rabu, 6 Januari 2021. (Kemenlu RI

Mekanisme Multilateral Pegangan Utama RI dalam Diplomasi Kesehatan

Internasional menlu retno lp marsudi pandemi covid-19 vaksin covid-19 PPTM 2021 Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri
Marcheilla Ariesta • 06 Januari 2021 17:04
Jakarta: Pandemi virus korona (covid-19) sepanjang 2020 mendorong semua negara bekerja ekstra keras, termasuk dalam bidang kesehatan. Indonesia yang menganut prinsip multilateral, terus menggenjot kerja sama dengan berbagai negara di bidang kesehatan, terutama dalam hal pengadaan vaksin covid-19.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM) 2021, mengatakan bahwa penanganan pandemi covid-19 dari aspek kesehatan adalah salah satu prioritas yang dilakukan Indonesia.
 
"Selain memenuhi kebutuhan jangka pendek (selama pandemi), diplomasi juga bergerak mendukung ketahanan dan kemandirian nasional di bidang kesehatan," ucapnya pada Rabu, 6 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan Indonesia telah melakukan berbagai upaya terkait diplomasi kesehatan, salah satunya sertifikasi ISO 16603 dan ISO 16604 untuk bahan alat pelindung diri (APD). Di bidang ini, Menlou Retno berharap Indonesia bisa menjadi salah satu pemasok APD dunia ke depannya.
 
Diplomasi kesehatan, kata lanjut Menlu Retno, juga bergerak agar Indonesia dapat membangun kemandirian nasional untuk obat-obatan dan bahan baku obat.
 
"Terkait vaksin, diplomasi terutama digerakkan untuk meratakan jalan dan membuka akses komitmen kerja sama, baik secara bilateral dengan berbagai pihak, maupun kerangka multilateral," katanya.
 
Ia menambahkan, prinsip vaksin sebagai barang publik, akses setara, aman dengan harga terjangkau, secara konsisten terus diusung Indonesia sejak awal pandemi.
 
Baca:  Ketahanan Kesehatan Nasional Prioritas Pertama Diplomasi Indonesia 2021
 
Menlu Retno menambahkan, melalui kerangka multilateral, Indonesia terus aktif mengamankan potensi perolehan vaksin hingga 20 persen penduduk melalui mekanisme COVAX-AMC. Mekanisme ini adalah inisiatif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bekerja sama dengan berbagai badan lain untuk mengamankan akses vaksin setara, terutama bagi negara berkembang dan miskin.
 
"Indonesia juga aktif berkontribusi untuk memperkuat ketersediaan vaksin melalui keanggotaan Indonesia dan CEPI Investors Council serta potensi kemitraan BioFarma dengan CEPI untuk manufacturing vaksin global," imbuhnya.
 
Tak hanya itu, Indonesia yang juga memegang keketuaan pada Foreign Policy and Global Health Initiative (FPGH) pada 2020, mengusung tema 'Affordable Health Care for All.'
 
"Tidak ada satu orang pun, tidak ada satu negara, yang tertinggal di belakang," tegas Retno.
 
Tidak hanya di dalam negeri, Indonesia juga mendorong terbentuknya mekanisme ketahanan dan kesiapsiagaan kawasan dan global, terutama untuk menghadapi pandemi ke depan. Salah satunya, melalui kesepakatan ASEAN mengenai berbagai mekanisme ketahanan dan kesehatan kawasan.
 
Indonesia juga mendorong reformasi WHO untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan global.
 
"Di PBB, tiga resolusi terkait kesehatan/pandemi di inisiasi Indonesia, yaitu Global Solidarity to Fight Covid-19, Global Health and Foreign Policy: Strengthening Health System Resilience through Affordable Healthcare for All, International Cooperation to Address Challenges Faced by Seafarers as a Result of the Covid-19 Pandemic to Support Global Supply Chains," ungkap Retno.
 
Menlu Retno mengatakan, Indonesia merupakan Ketua Badan Sektor Kesehatan ASEAN Periode 2020-2022. "Indonesia akan terus memastikan implementasi berbagai kesepakatan ASEAN dalam merespons pandemi covid-19," pungkasnya.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif