Menlu Retno Marsudi saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada Rabu, 6 Januari 2021. (Kemenlu RI
Menlu Retno Marsudi saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada Rabu, 6 Januari 2021. (Kemenlu RI

Ketahanan Kesehatan Nasional Prioritas Pertama Diplomasi Indonesia 2021

Internasional menlu retno lp marsudi pandemi covid-19 vaksin covid-19 PPTM 2021 Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri
Marcheilla Ariesta • 06 Januari 2021 15:35
Jakarta: Indonesia akan terus berkomitmen membangun ketahanan kesehatan nasional di 2021. Ini menjadi salah satu prioritas diplomasi Indonesia di tahun yang baru.
 
"Prioritas pertama, membangun kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional atau National Health Security," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Fokusnya antara lain adalah realisasi komitmen vaksin (covid-19), baik melalui kerja sama bilateral, maupun multilateral. Selain itu, penguatan kerja sama membangun industri kesehatan nasional, seperti industri bahan baku obat, farmasi, maupun alat kesehatan juga menjadi salah satu fokus prioritas diplomasi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penguatan kerja sama pengembangan riset dan transfer teknologi dan sumber daya manusia di bidang kesehatan," imbuh Menlu Retno.
 
Tak hanya itu, prioritas ini juga akan berfokus pada penguatan sistem dan mekanisme kesiapsiagaan menghadapi pandemi yang akan datang. Penguatan akan dilakukan baik di tingkat nasional, kawasan, maupun global.
 
Baca:  Lima Prioritas Diplomasi Indonesia di 2021
 
Menlu Retno menyampaikan harapan agar pandemi virus korona (covid-19) dapat teratasi di 2021 ini. Ia menambahkan, ketersediaan beberapa vaksin menimbulkan optimisme baru.
 
Meski demikian, masih ada tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara, terutama di kuartal pertama dan kedua 2021.
 
"Vaksin juga menimbulkan harapan mulai pulihnya kegiatan ekonomi," tutur Retno.
 
IMF, kata Menlu Retno, memperkirakan pertumbuhan ekonomi global dapat mencapai 5,2 persen. Untuk kawasan Asia, pertumbuhannya diprediksi mencapai 6,9 persen.
 
Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah  kekhawatiran berlanjutnya rivalitas antara negara besar. Menurut Menlu Retno, rivalitas ini hanya akan menghambat upaya penanganan pandemi.
 
"Jika tidak terdapat niatan negara-negara tersebut untuk mengurangi rivalitas dan lebih memajukan kerja sama, maka upaya penanganan pandemi dan pertumbuhan ekonomi global dapat terhambat," serunya.
 
PPTM tahun ini mengambil tema 'Recover Together, Recover Stronger' yang mendorong perlunya aksi kolektif kepemimpinan global dalam menyelesaikan berbagai tantangan di tengah pandemi.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif