Gempa bumi di Filipina. (tangkapan layar Youtube)
Gempa bumi di Filipina. (tangkapan layar Youtube)

Korban Tewas Gempa Filipina Bertambah Jadi 41 Orang

Adri Prima • 09 Juni 2026 20:47
Ringkasnya gini..
  • Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Pulau Mindanao, Filipina, Senin, 8 Juni 2026.
  • Jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 41 orang hingga Selasa (9/6). Lebih dari 450 orang mengalami luka-luka, dan ribuan warga harus mengungsi.
  • Kepala Pertahanan Sipil Regional, Rodrigo Sosmena, mengatakan masih ada ratusan gempa susulan, menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.
Jakarta: Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Pulau Mindanao, Filipina, Senin, 8 Juni 2026. 
 
Gempa tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur, merobohkan bangunan, serta memicu tanah longsor di beberapa wilayah.
 
Jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 41 orang hingga Selasa (9/6). Berdasarkan data badan penanggulangan bencana nasional Filipina, lebih dari 450 orang mengalami luka-luka, sementara ribuan warga harus mengungsi dan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Salah satu dampak paling terasa terjadi di fasilitas kesehatan. Di sebuah rumah sakit di pinggiran General Santos, kota terbesar di kawasan tersebut, tenaga medis terpaksa memindahkan pelayanan ke area terbuka karena bangunan mengalami keretakan dan dikhawatirkan tidak lagi aman digunakan.
 
Dalam situasi darurat tersebut, seorang ibu muda bahkan dilaporkan melahirkan di balik layar darurat yang dipasang di luar gedung rumah sakit. Kondisi serupa juga terjadi di Kotamadya Glan yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Lebih dari 60 pasien harus menjalani perawatan di luar bangunan rumah sakit.
 
"Insinyur kota memutuskan bangunan tersebut tidak aman untuk digunakan karena kerusakan berat," ujar salah satu staf medis kepada AFP.
 
Provinsi Sarangani menjadi daerah dengan dampak kerusakan paling besar. Sejumlah komunitas terisolasi akibat kerusakan jalan dan runtuhnya jembatan. Akses menuju beberapa wilayah terpencil saat ini hanya dapat dilakukan menggunakan helikopter.
 
Sementara itu, upaya pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. Kepala Pertahanan Sipil Regional, Rodrigo Sosmena, mengatakan ratusan gempa susulan yang masih terjadi menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.
 
"Tim penyelamat sangat berhati-hati karena gempa susulan masih terjadi. Ini tantangan besar," jelasnya.
 
Anjing pelacak turut dikerahkan untuk mencari dua karyawan yang diduga masih tertimbun di reruntuhan sebuah toko kelontong. Di lokasi lain, Penjaga Pantai Filipina masih melakukan pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan hilang setelah terseret gelombang saat berenang ketika gempa terjadi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan