Pemimpin de facto Myanmar yang digulingkan militer, Aung San Suu Kyi. (AFP)
Pemimpin de facto Myanmar yang digulingkan militer, Aung San Suu Kyi. (AFP)

Pengadilan Junta Myanmar Tunda Vonis Kasus Korupsi Aung San Suu Kyi

Internasional Myanmar Aung San Suu Kyi Kudeta Myanmar Junta Myanmar
Willy Haryono • 25 April 2022 19:19
Naypyidaw: Pengadilan junta Myanmar menunda menjatuhkan vonis perdana dalam kasus korupsi yang menjerat pemimpin sipil terguling, Aung San Suu Kyi. Kabar penundaan disampaikan juru bicara junta Myanmar kepada kantor berita AFP, Senin, 25 April 2022.
 
Dalam kasus korupsi ini, Suu Kyi dapat dijatuhi vonis 15 tahun penjara jika terbukti bersalah.
 
Suu Kyi, 76, telah ditahan sejak militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil pada Februari 2021. Periode demokrasi Myanmar pun otomatis berakhir kala itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak ditahan, Suu Kyi dikenai serangkaian dakwaan, termasuk pelanggaran undang-undang rahasia negara, korupsi dan penipuan elektoral. Ia terancam dijatuhi vonis puluhan tahun penjara jika semua dakwaan itu terbukti.
 
"Tidak ada vonis hari ini," kata jubir junta Myanmar, Zaw Min Tun, kepada AFP. Kasus ini meliputi dugaan penerimaan suap uang tunai dan emas batangan oleh Suu Kyi dari mantan menteri kota Yangon.
 
Zaw Min Tun tidak memberikan detail lanjutan mengenai kapan vonis itu akan dijatuhkan.
 
Sejak kudeta, jurnalis dilarang menghadiri semua persidangan Suu Kyi. Tim pengacara Suu Kyi pun dilarang keras berbicara kepada media.
 
Suu Kyi telah dijatuhi vonis enam tahun penjara atas pelanggaran aturan Covid-19 dan pelanggaran impor walkie-talkie. Di bawah pemerintahan junta Myanmar sebelumnya, Suu Kyi menghabiskan waktu lama sebagai tahanan rumah di Yangon.
 
Menurut sebuah grup pemantau lokal, lebih dari 1.700 orang tewas dan sekitar 10 ribu lainnya ditahan dalam operasi pemberantasan aksi menentang kudeta oleh junta Myanmar.
 
Baca:  Aung San Suu Kyi Serukan Persatuan di Masyarakat Myanmar
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif