Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana. (Medcom.id)
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana. (Medcom.id)

PPTM 2023

Hikmahanto: PPTM 2023 Refleksikan Posisi Indonesia dalam Isu Luar Negeri

Willy Haryono • 11 Januari 2023 19:25
Jakarta: Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2023, Menlu Retno LP Marsudi telah menyampaikan pelaksanaan 4 diplomasi dan kontribusi Indonesia kepada dunia. Ia juga secara spesifik menyampaikan bahwa Indonesia sukses dalam menjalankan tugasnya sebagai Presiden G20 dan penyelenggaraan KTT G20 di Bali.
 
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahano Juwana mengatakan, apa yang disampaikan Menlu Retno bukan hal yang dilebih-lebihkan, justru benar-benar merefleksikan posisi Indonesia dalam isu luar negeri sepanjang 2022.
 
Dalam pelaksanaan Presidensi G20, Indonesia mendapat pujian dari pemimpin mancanegara dan organisasi internasional. Dalam situasi geopolitik yang sulit masih tetap dapat memunculkan berbagai terobosan bagi perekonomian dunia di bawah tema "Recover Together Recover Stronger."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan Leaders' Declaration bisa diformulasikan dan disampaikan para peserta KTT yang awalnya banyak meragukan, termasuk di dalam negeri," ucap Hikmahanto, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 11 Januari 2023.
 
Baca:  Presidensi G20 Indonesia Sukses!
 
Dalam diplomasi kedaulatan, lanjut Hikmahanto, yang patut dicatat adalah selesainya perundingan batas Zone Ekonomi Ekslusif (ZEE) antara Indonesia dan Vietnam. Perundingan ini dari waktu ke waktu mendapat gangguan dari Tiongkok, mengingat Negeri Tirai Bambu melakukan klaim sepihak atas sembilan garis putus yang tidak dikenal dalam UNCLOS.
 
Menlu Retno dalam konteks ini menekankan penyelesaian batas wilayah laut wajib didasarkan pada UNCLOS.
 
Dalam pelaksanaan diplomasi perlindungan WNI, Menlu Retno menyampaikan bahwa pemerintah dan mitra telah mampu melakukan berbagai perlindungan, mulai dari pendampingan hingga evakuasi di wilayah-wilayah konflik di luar negeri.
 
Pelaksanaan diplomasi perlindungan memberi kenyamanan bagi WNI saat mereka berada di luar negeri karena pemerintah tidak pernah abai atas kondisi dan kesulitan yang mereka hadapi.
 
Dalam diplomasi ekonomi, kebijakan luar negeri telah mampu mempercepat pembukaan pangsa pasar di banyak negara melalui berbagai perjanjian perdagangan. Pembukaan pangsa pasar agar terbuka lapangan pekerjaan di Indonesia.
 
Dalam diplomasi kesehatan, yang terpenting untuk dicatat adalah, selain mampu mengamankan pembelian vaksin untuk masyarakat, Indonesia juga dapat memproduksi IndoVac yang merupakan kolaborasi anatara Bio Farma dan Baylor College of Medicine dari AS.
 
Terakhir, Menlu Retno juga menyampaikan kontribusi Indonesia kepada dunia. Hal ini merupakan perwujudan dari paragraf empat pembukaan UUD 1945 untuk turut serta dalam ketertiban dunia. Mulai perang yang terjadi di Ukraina, Afghanistan, Palestina dan Pasifik.
 
"Menlu Retno tanpa sungkan-sungkan menyampaikan kekecewaan ASEAN atas masalah dalam negeri Myanmar," sebut Hikmahanto.
 
"Ia berjanji dalam keketuaan ASEAN untuk memberi solusi atas masalah internal Myanmar akan dibentuk Office of Special Envoy yang berada di bawah Menlu," sambung Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani itu.
 
Menlu Retno menyampaikan tema yang diusung oleh Indonesia dalam keketuaan ASEAN yaitu ASEAN Matters: Epicentrum Growth. Dalam konteks demikian, dunia maupun negara-negara besar dunia tidak dapat meremehkan keberadaan ASEAN.
 
Bahkan dalam visi Indopasifik, sebagai Ketua ASEAN mengedepankan visi ASEAN terhadap Indopasifik yang disebut ASEAN Outlook on Indo Pacific yang tidak mengekor negara-negara besar atas Indopasifik.
 
Dalam penutupannya, Menlu Retno menyampaikan pesan yang merupakan kristalisasi pengalaman Indonesia sebagai Ketua berbagai Forum dan Organisasi, yaitu "Leadership in a Challenging World."
 
"Memang kepemimpinan merupakan suatu tantangan; tantangan untuk mempersatukan pada saat dunia terpecah dan mengimplentasikan berbagai kesepakatan dalam situasi geopolitik yang tidak kondusif," pungkas Hikmahanto.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif