U Wunna Maung Lwin ditunjuk junta Myanmar menjadi menteri luar negeri sejak kudeta 1 Februari 2021. (MONEY SHARMA / AFP)
U Wunna Maung Lwin ditunjuk junta Myanmar menjadi menteri luar negeri sejak kudeta 1 Februari 2021. (MONEY SHARMA / AFP)

Berkunjung ke Kamboja, Utusan Militer Myanmar Bahas Isu ASEAN

Marcheilla Ariesta • 07 Desember 2021 14:55
Phnom Penh: Menteri Luar Negeri Myanmar yang ditunjuk junta, U Wunna Maung Lwin, melakukan kunjungan ke Kamboja pada Selasa ini, 7 Desember 2021. Kunjungannya dilakukan satu hari usai junta Myanmar menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada pemimpin sipil yang digulingkan, Aung San Suu Kyi.
 
Setibanya di Kamboja, U Wunna Maung Lwin bertemu dengan Perdana Menteri Hun Sen di Istana Perdamaian di Phnom Penh.
 
PM Hun Sen sempat menjadi sorotan saat mengatakan bahwa junta Myanmar sudah seharusnya turut diundang ke semua pertemuan ASEAN. Padahal, sebagian besar anggota ASEAN merasa kesal dengan junta Myanmar yang dinilai kurang kooperatif dalam menyelesaikan krisis politik di negaranya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam KTT ASEAN pada Oktober lalu, junta Myanmar tidak diundang sebagai bentuk dari "kekesalan" para anggota.
 
Dalam pertemuan hari ini, PM Hun Sen dan U Wunna Maung Lwin membahas hubungan bilateral dan juga ASEAN. "U Wunna Maung Lwin membahas cara untuk membangun kembali hubungan baik di dalam ASEAN," kata asisten PM Kamboja, Eang Sophalleth, dilansir dari Malay Mail.
 
U Wunna Maung Lwin telah menyerahkan undangan kepada PM Hun Sen untuk berkunjung ke Myanmar pada 7-8 Januari. Jika terlaksana, maka PM Hun Sen akan menjadi pemimpin pertama di ASEAN yang mengunjungi Myanmar sejak terjadinya kudeta pada 1 Februari lalu.
 
Sorotan internasional kembali tertuju ke Myanmar setelah pengadilan di negara itu memutuskan Suu Kyi bersalah atas tuduhan penghasutan dan melanggar aturan Covid-19. Keputusan itu memicu kecaman internasional, termasuk dari Uni Eropa.
 
Baca:  Uni Eropa Kecam Vonis Penjara Aung San Suu Kyi
 
Suu Kyi akan menjalani dua tahun masa penahanan di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Hukumannya dikurangi dari empat tahun, dengan dalih adanya pengampunan dari sebagian kepala militer Myanmar.
 
Pendukung Suu Kyi mengatakan kasus-kasus yang dilayangkan tidak berdasar dan dirancang hanya untuk mengakhiri karier politiknya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif