Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. Foto: Dok.Kemenlu RI
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. Foto: Dok.Kemenlu RI

Kemenlu: Tiongkok Tidak Bisa Bangun Pangkalan Militer di Indonesia

Internasional militer tiongkok tiongkok indonesia-tiongkok
Fajar Nugraha • 03 September 2020 12:59
Jakarta: Kabar mengenai Tiongkok akan membangun pangkalan militer di Indonesia, dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia. Mereka menilai hal itu tidak mungkin dilakukan.
 
Pada laporan yang berjudul "Military and Security Developments Involving the People's Republic of China 2020” itu menunjukkan rencana Negeri Tirai Bambu untuk meningkatkan hulu ledak nuklirnya. Tidak hanya itu, disebutkan juga Tiongkok bermaksud membangun beberapa pangkalan militer di negara Asia dan Afrika.
 
Baca: Pentagon Sebut Tiongkok Ingin Bangun Pangkalan Militer di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan dari Pentagon menyebutkan, Tiongkok mungkin menganggap Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka dan negara-negara lain di Afrika dan Asia Tengah sebagai lokasi fasilitas logistik militer.
 
“Politik Luar Negeri RI yang bebas aktif tidak membuka ruang untuk adanya kerja sama militer semacam ini dengan negara mana pun,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, kepada Medcom.id, Kamis 3 September 2020.
 
“Tidak mungkin ada kerja sama semacam ini. Indonesia adalah negara yg aktif mendorong kawasan ASEAN yang damai, bebas dan netral (ZOPFAN) dan konsisten menolak pangkalan militer asing di kawasan Asia Tenggara,” jelasnya.
 
Faizasyah menambahkan jika dilihat dari rilis itu. Bahasa yg digunakan sangatlah sumir. “The PRC (Tiongkok) has likely considered’ ini berarti ada kemungkinan mempertimbangkan,” imbuh mantan Duta Besar RI untuk Kanada itu.
 
Baca: Tiongkok: Laporan Pentagon Penuh Bias.
 
Sementara Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga turut mengecam isi laporan tersebut. “Laporan itu mengandung bias,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying.
 
"Kami selalu mengejar kebijakan pertahanan nasional defensif dan semua orang tahu bahwa Tiongkok adalah pembangun perdamaian dunia," tegas Hua.
 
Tiongkok dan Amerika Serikat masih terlibat ketegangan, khususnya mengenai Laut China Selatan. AS mengecam tindakan Tiongkok yang melakukan latihan militer yang melibatkan peluncuran rudal balistik.
 
Bagi AS, peluncuran rudal itu bisa menganggu keamanan di kawasan. Sementara Tiongkok tidak terima ketika AS memasukan puluhan perusahaan ke daftar hitam karena memiliki kaitan dengan kegiatan Tiongkok di Laut China Selatan.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif