Laporan Pentagon sebut Tiongkok menambah hulu ledak nuklir. Foto: AFP
Laporan Pentagon sebut Tiongkok menambah hulu ledak nuklir. Foto: AFP

Tiongkok: Laporan Pentagon Penuh Bias

Internasional militer tiongkok tiongkok indonesia-tiongkok
Fajar Nugraha • 03 September 2020 12:39
Beijing: Laporan dari Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menguak rencana mengejutkan dari Tiongkok mengenai kemampuan militernya.
 
Pada laporan yang berjudul "Military and Security Developments Involving the People's Republic of China 2020” itu menunjukkan rencana Negeri Tirai Bambu untuk meningkatkan hulu ledak nuklirnya. Tidak hanya itu, disebutkan juga Tiongkok bermaksud membangun beberapa pangkalan militer di negara Asia dan Afrika.
 
Baca: Pentagon Sebut Tiongkok Ingin Bangun Pangkalan Militer di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan dari Pentagon menyebutkan, Tiongkok mungkin menganggap Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka dan negara-negara lain di Afrika dan Asia Tengah sebagai lokasi fasilitas logistik militer.
 
Selain itu, laporan juga menyebutkan, Tiongkok memiliki lebih dari 1.250 rudal balistik yang diluncurkan di darat (GLBM) dan rudal jelajah yang diluncurkan dari darat (GLCM) dengan jangkauan antara 500 dan 5.500 kilometer. Sementara AS saat ini mengoperasikan satu jenis GLBM konvensional dengan jangkauan 70 hingga 300 kilometer dan tidak ada GLCM, kata laporan itu.
 
Dalam beberapa hal laporan tersebut juga menyebutkan Tiongkok juga unggul dalam sistem pertahanan udara terintegrasi dengan sistem pertahanan buatan Rusia dan buatan sendiri. Mereka memiliki sistem rudal seperti S-400, S-300, dan sistem anti-udara buatan Rusia.
 
Menanggapi laporan tersebut, pihak juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok menilai AS salah menggambarkan ‘kebijakan pertahanan dan strategi militer’ Beijing.
 
"Laporan itu diisi dengan pemikiran perang dingin yang bertujuan untuk menjelekkan modernisasi militer, pertahanan dan kebijakan senjata nuklir Tiongkok”, kata juru bicara Kemenhan Tiongkok itu, seperti dikutip AFP, Kamis 3 September 2020.
 
Sementara Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga turut mengecam isi laporan tersebut. “Laporan itu mengandung bias,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying.
 
"Kami selalu mengejar kebijakan pertahanan nasional defensif dan semua orang tahu bahwa Tiongkok adalah pembangun perdamaian dunia," tegas Hua.
 
Tiongkok dan Amerika Serikat masih terlibat ketegangan, khususnya mengenai Laut China Selatan.  AS mengecam tindakan Tiongkok yang melakukan latihan militer yang melibatkan peluncuran rudal balistik.
 
Bagi AS, peluncuran rudal itu bisa menganggu keamanan di kawasan. Sementara Tiongkok tidak terima ketika AS memasukan puluhan perusahaan ke daftar hitam karena memiliki kaitan dengan kegiatan Tiongkok di Laut China Selatan.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif