DK PBB serukan militer untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di Myanmar./AFP
DK PBB serukan militer untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di Myanmar./AFP

DK PBB Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar

Marcheilla Ariesta • 03 Februari 2022 09:19
New York: Dewan Keamanan (DK) PBB menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan di Myanmar. Mereka berharap utusan khusus akan diizinkan melakukan perjalanan ke sana untuk menengahi krisis yang berlangsung.
 
ASEAN juga ingin mengirimkan perwakilannya, yakni Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn ke Myanmar. Dewan Keamanan PBB menantikan hasil kunjungannya ke Myanmar.
 
"Kami mengharapkan pada kesempatan paling awal untuk bertemu dengan semua pihak terkait dan melakukan mediasi yang memfasilitasi proses dialog, serta pemberian bantuan kemanusiaan," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Kamis, 3 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Aksi Mogok Nasional Tandai 1 Tahun Kudeta Myanmar
 
Dalam pernyataan itu, DK PBB juga menyatakan keprihatinan mereka atas kekerasan yang terjadi baru-baru ini di Myanmar. "Kami khawatir atas sejumlah besar pengungsi internal dari kekerasan yang baru terjadi.
 
Kelompok pemantau lokal menyebutkan, lebih dari 1.500 orang tewas dibunuh pasukan keamanan. Sementara itu, lebih dari 11 ribu orang ditangkap sejak kudeta setahun lalu.
 
Pemimpin sipil yang digulingkan, Aung San Suu Kyi dan presiden Myanmar Win Myint dipenjara oleh junta. Berbagai dakwaan diberatkan kepada mereka.
 
"Kami juga menyerukan pembebasan kedua pemimpin itu. Kami menegaskan kembali perlunya akses kemanusiaan penuh yang aman dan tanpa hambatan bagi semua orang yang dibutuhkan," kata mereka.
 
"Terlebih untuk perlindungan penuh, keselamatan dan keamanan personel kemanusiaan dan medis," pungkas mereka.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif