Vaksin Sputnik V dari Rusia, adalah vaksin covid-19 yang dikembangkan Institut Gamaleya. Foto: AFP
Vaksin Sputnik V dari Rusia, adalah vaksin covid-19 yang dikembangkan Institut Gamaleya. Foto: AFP

Filipina Jajaki Uji Klinis Vaksin Covid-19 Rusia Pada Oktober

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona vaksin covid-19
Fajar Nugraha • 13 Agustus 2020 15:49
Manila: Filipina berencana untuk meluncurkan uji klinis untuk vaksin virus korona (covid-19) dari Rusia pada Oktober. Presiden Rodrigo Duterte memperkirakan proses inokulasi atau pemindahan mikroorganisme ke medium baru, paling cepat pada Mei tahun depan.
 
Baca: Vaksin Covid-19 Keluaran Rusia Diluncurkan Oktober.
 
Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque mengumumkan hal ini sehari setelah ilmuwan Filipina bertemu dengan perwakilan pengembang vaksin Rusia. Pertemuan dilakukan di fasilitas penelitian Gamaleya, untuk membahas uji coba dan informasi tentang inokulasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rusia pada Selasa menjadi negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin covid-19, yang diberi nama Sputnik V. Nama itu diambil sebagai penghormatan atas peluncuran satelit pertama di dunia oleh Uni Soviet.
 
Tetapi keputusannya untuk memberikan persetujuan sebelum menyelesaikan uji coba telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa ahli. Mereka khawatir peluncuran terburu-buru mungkin menempatkan prestise nasional di atas keselamatan.
 
Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire mengatakan bahwa semua uji klinis harus melalui proses pengaturan.
 
“Uji klinis fase tiga di Filipina akan berlangsung dari Oktober hingga Maret 2021, setelah panel ahli vaksin menyelesaikan tinjauannya pada uji coba fase satu dan dua Rusia pada September,” kata Roque dalam jumpa pers, seperti dikutip AFP, Kamis 13 Agustus 2020.
 
Duterte ingin mengakses vaksin dan pada Juli mengajukan permohonan ke Tiongkok untuk menjadikan Filipina sebagai prioritas jika mengembangkannya.
 
Presiden telah berjanji bahwa Filipina, yang mengalami kontraksi ekonomi terbesar dalam hampir tiga dekade, akan 'kembali normal' pada Desember meski telah melaporkan rekor jumlah infeksi virus korona harian sejak Juli.
 
“Virus korona baru telah menginfeksi lebih dari 143.000 orang dan menewaskan 2.404 orang di Filipina. Penguncian ketat virus korona yang baru-baru ini diberlakukan kembali di dan sekitar ibu kota Manila tidak mungkin diperpanjang setelah 18 Agustus,” ucap Harry Roque.

Untuk petugas medis


Rusia menegaskan gelombang pertama vaksin covid-19 Sputnik V akan siap untuk beberapa petugas medis dalam waktu dua minggu. Rusia menolak masalah keamanan yang dianggap ‘tidak berdasar’ oleh beberapa ahli atas persetujuan cepat Moskow terhadap vaksin tersebut.
 
Baca: Rusia Sebut Vaksin Sputnik V Siap untuk Petugas Medis.
 
Vaksin tersebut belum menyelesaikan uji coba terakhirnya di fase tiga. Hanya sekitar 10 persen uji klinis yang berhasil dan beberapa ilmuwan khawatir Moskow mungkin menempatkan prestise nasional di atas keselamatan.
 
Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan, negara yang meragukan vaksin ini sepertinya iri dengan pencapaian Rusia.  Murashko menilai kekhawatiran atas tingkat keamanan dan efektivitas vaksin sama sekali tidak berdasar.
 
Murashko menanmbahkan, vaksin yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow akan diberikan kepada orang-orang, termasuk dokter, secara sukarela dan akan segera siap.
 
Paket pertama vaksin medis penangkal infeksi virus korona akan diterima dalam dua pekan ke depan, utamanya untuk dokter.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif