Anwar Ibrahim melambaikan tangannya dari dalam mobil usai bertemu Raja Malaysia di Istana Negara pada Selasa, 13 Oktober 2020. (AFP/Mohd Rasfan)
Anwar Ibrahim melambaikan tangannya dari dalam mobil usai bertemu Raja Malaysia di Istana Negara pada Selasa, 13 Oktober 2020. (AFP/Mohd Rasfan)

Anwar Ibrahim Tinggalkan Istana usai Bertemu Raja Malaysia

Internasional anwar ibrahim malaysia politik malaysia Muhyiddin Yasin
Willy Haryono • 13 Oktober 2020 11:42
Kuala Lumpur: Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim telah meninggalkan Istana Negara usai bertemu Raja Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada Selasa, 13 Oktober 2020. Ia menemui raja untuk menyampaikan klaimnya mengenai dukungan dari mayoritas anggota parlemen Malaysia.
 
Dikutip dari laman Bernama, Anwar masuk ke Istana Negara Malaysia sekitar pukul 10.25 waktu setempat. Ia kemudian terlihat meninggalkan istana sekitar satu jam kemudian.
 
Pada Selasa pagi, Anwar mengunggah sebuah foto dirinya dan sang istri, Wan Azizah Wan Ismail, di laman Facebook dengan tulisan: "Semoga segala urusan hari ini dimudahkan."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan dengan raja hari ini terjadi usai Anwar mengumumkan bahwa dirinya mendapat dukungan kuat dari parlemen pada 23 September lalu. Namun kala itu Anwar tidak jadi ke istana karena sang raja harus dirawat di rumah sakit karena keracunan makanan. Raja Malaysia selesai dirawat dan keluar dari rumah sakit pada 2 Oktober.
 
Anwar, presiden dari Parti Keadilan Rakyat (PKR), terpilih sebagai anggota parlemen untuk wilayah Port Dickson dalam pemilihan umum pada Oktober 2018. Itu terjadi lima bulan usai aliansi Pakatan Harapan (PH) menggulingkan Barisan Nasional (BN) dalam pemilu untuk membentuk pemerintahan baru.
 
Pernah dipenjara atas tuduhan sodomi, Anwar mendapat pengampunan dari raja usai kemenangan mengejutkan PH. Kala itu, ia digadang-gadang menjadi pengganti Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di bawah rezim PH.
 
Namun semua itu tak terwujud usai sekelompok anggota parlemen dari PKR dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) membelot untuk menggabungkan kekuatan dengan sejumlah rival PH.
 
Muhyiddin Yassin, presiden Bersatu, saat ini memimpin pemerintahan Perikatan Nasional yang terdiri dari pembelot PH dan sejumlah anggota dari BN dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS).
 
Saat mengumumkan klaim dukungan mayoritas, Anwar menolak menyebutkan siapa-siapa saja anggota parlemen yang mendukungnya. Beberapa partai politik di kubu berkuasa, seperti Asosiasi China Malaysia dan PAS, secara terbuka membantah sedang mendukung Anwar.
 
Sementara presiden dari United Malays National Organisation (UMNO), Ahmad Zahid Hamid, mengatakan bahwa dirinya menyadari beberapa anggota partainya dan juga BN telah menyuarakan dukungan untuk Anwar. Ia mengaku menghormati keputusan mereka semua.
 
Baca:PM Malaysia Ragukan Klaim Anwar Ibrahim Didukung Mayoritas Parlemen
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif