Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pertanyakan klaim Anwar Ibrahim didukungan banyak pihak untuk bentuk pemerintahan baru. Foto: AFP
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pertanyakan klaim Anwar Ibrahim didukungan banyak pihak untuk bentuk pemerintahan baru. Foto: AFP

PM Malaysia Ragukan Klaim Anwar Ibrahim Didukung Mayoritas Parlemen

Internasional anwar ibrahim malaysia politik malaysia
Fajar Nugraha • 25 September 2020 16:02
Sabah: Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mempertanyakan klaim Anwar Ibrahim bahwa ia telah memperoleh dukungan mayoritas parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Muhyiddin mendesak Anwar paparkan jumlah politikus yang mendukungnya.
 
Baca: Anwar Ibrahim Banyak Didukung Politikus Partai Musuh.
 
Muhyiddin mengatakan Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) belum merinci jumlah Anggota Parlemen (MP) yang diduga mendukungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dia membuat pernyataan dan ketika ditanya tentang berapa jumlah pendukungnya dan siapa yang telah memberikan dukungan SD (statutory declaration), dia hanya mengatakan menunggu jawaban,” ujar Muhyiddin, seperti dikutip Bernama, Jumat 25 September 2020.
 
"Tapi sampai hari ini saya sendiri juga belum tahu (angkanya). Klaimnya mungkin benar atau mungkin tidak," kata Muhyiddin pada rapat umum Perikatan Nasional (PN).
 
Anwar, yang merupakan pemimpin oposisi Malaysia, mengumumkan pada Rabu bahwa ia telah mendapatkan "mayoritas yang kuat, tangguh, dan meyakinkan" dari anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan. Dukungan itu datang untuk menggantikan pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Muhyiddin.
 
Muhyiddin mengatakan semua anggota parlemen dari Gabungan Parti Sarawak (GPS) telah mengonfirmasi dukungan mereka untuk pemerintahnya dan membantah mendukung Anwar. Beberapa anggota parlemen UMNO yang dikatakan mendukung Anwar juga membantah mendukungnya.
 
“Beberapa hari setelah pengumuman (Anwar), banyak pernyataan bantahan yang dikeluarkan oleh anggota parlemen UMNO. Mereka tidak ada dalam daftar. Dengan penyangkalan mereka, saya menjadi lebih meragukan (klaim Anwar). Mungkin itu hanya pernyataan politik,” tegas Muhyiddin.
 
Muhyiddin mengatakan bahwa Jaksa Agung Idrus Harun juga mengatakan kepadanya bahwa dirinya tetap sebagai Perdana Menteri Malaysia yang sah.
 
“Mungkin ketika raja diperlihatkan bukti (dukungan), jika ada, maka Yang Mulia pasti akan memanggil saya untuk audiensi tetapi sampai sekarang saya belum dipanggil,” ungkap Muhyiddin.
 
Baca: Anwar Ibrahim Disebut Terlalu Berambisi Jadi Perdana Menteri Malaysia.
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PN Hamzah Zainudin menggambarkan klaim Anwar tidak lebih dari tipu muslihat politik. Dia mengatakan itu hanyalah "mimpi September" Anwar untuk menjadi perdana menteri.
 
“Klaim itu tidak didukung bukti, jumlah kursi. Faktanya, para pemimpin kami yang seharusnya ada dalam daftar pendukung Anwar telah membantahnya,” pungkas Hamzah.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif