Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer mengunjungi kamp Rohingya di Ukhia, Bangladesh, 23 Agustus 2022. (AFP)
Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer mengunjungi kamp Rohingya di Ukhia, Bangladesh, 23 Agustus 2022. (AFP)

Utusan Khusus PBB Tak Mau Kembali ke Myanmar, Ada Apa?

Medcom • 06 September 2022 17:18
Singapura: Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Noeleen Heyzer bertekad untuk tidak lagi mengunjungi Myanmar kecuali jika dirinya diperbolehkan menemui pemimpin yang telah dilengserkan, Aung San Suu Kyi. Pernyataan disampaikan usai dirinya menerima gelombang kritikan keras terkait pertemuannya dengan junta Myanmar.
 
Usaha diplomatik untuk menyelesaikan isu Myanmar oleh PBB dan ASEAN mengalami jalan buntu karena junta cenderung tidak kooperatif.
 
Heyzer telah bertemu jajaran petinggi junta di ibu kota Myanmar bulan lalu dalam kunjungan pertamanya, yang baru bisa terlaksana sekitar 10 bulan setelah ia ditunjuk menduduki posisi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Utusan Khusus PBB Memulai Dialog dengan Junta Myanmar
 
Lawatan Heyzer memicu kritik, baik dari junta maupun masyarakat Myanmar penentang militer.
 
Heyzer tidak diperbolehkan menemui Suu Kyi, yang sudah dijatuhi vonis total dua dekade sejak terjadinya kudeta militer Myanmar tahun lalu.
 
Ia merasa kesal karena junta Myanmar menuduhnya hanya merilis "pernyataan sepihak" atas apa yang sudah didiskusikan di ibu kota. Pihak kantor Heyzer kala itu menegaskan bahwa sang utusan khusus hanya menyerukan diakhirinya aksi kekerasan dan pembebasan seluruh tahanan politik.
 
Heyzer mengatakan hal tersebut harus cepat dilakukan karena sudah lebih dari 2.200 orang terbunuh dan lebih dari 15 ribu ditahan sejak terjadinya kudeta di Myanmar pada Februari 2021.
 
Beberapa hari setelah kedatangan Heyzer, puluhan grup masyarakat Myanmar mengatakan bahwa kedatangannya sama sekali tidak efektif. Mereka juga mengkritik keras pertemuannya dengan ketua junta, Jenderal Min Aung Hlaing.
 
Masyarakat Myanmar juga meminta agar Heyzer diberhentikan karena dinilai tidak becus. Tidak hanya itu, mereka juga meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mengintervensi permasalahan ini secara langsung.
 
"Jika saya mengunjungi Myanmar lagi, saya hanya akan datang dan bertemu dengan Daw Aung San Suu Kyi," ujar Heyzer, dikutip dari laman Channel News Asia, pada Selasa, 6 September 2022. Ia berbicara dalam seminar di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura.
 
Heyzer menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada jalan pasti untuk mengeluarkan Myanmar dari krisis. Ia juga memperingatkan akan adanya bencana bertubi-tubi jika komunitas internasional gagal memecahkan masalah Myanmar. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif