Angka penularan covid-19 di Malaysia terus mengalami peningkatan. Foto: AFP
Angka penularan covid-19 di Malaysia terus mengalami peningkatan. Foto: AFP

Mulai Selasa, Malaysia Batasi Operasi Pusat Perbelanjaan dan Restoran

Harianty • 24 Mei 2021 15:45
Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia keluarkan perintah mal, restoran, dan toko untuk beroperasi lebih pendek dimulai dari Selasa 25 Mei 2021. Hal ini dilakukan karena pemerintah mengambil beberapa langkah dalam upayanya untuk menekan lonjakan besar kasus covid-19.
 
Pemerintah juga menginginkan 80 persen pegawai negeri, atau 750.000 orang, mulai bekerja dari rumah. Sedangkan sektor swasta telah disarankan untuk mengizinkan 40 persen staf mereka melakukan hal yang sama.
 
Pusat usaha akan diizinkan untuk beroperasi hanya dari pukul 8.00 pagi sampai 8.00 malam, bukan tutup pada pukul 10.00 malam.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia pada 12 Mei melarang makan di restoran dan warung makan, tetapi mengizinkan pesan antar dan pesan antar. Hal ini tentunya makin mempersulit pergerakan dari para pelaku usaha.
 
Pengumuman itu dibuat dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui televisi oleh Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob dan Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah.
 
"Munculnya varian baru covid-19 yang agresif telah berkontribusi pada lonjakan kasus. Oleh karena itu, tindakan yang lebih ketat perlu dilakukan untuk mengatasinya," kata Datuk Seri Ismail, seperti dikutip dari The Straits Times, Senin 24 Mei 2021.
 
"Karena bisnis tutup pada pukul 8.00 malam, tidak perlu keluar. Pemerintah dapat memberlakukan semua jenis pembatasan, tetapi pada akhirnya, disiplin diri kita untuk mengarantina diri sendiri adalah yang terpenting,” tegasnya.
 
Tetapi karena tekanan dari perusahaan besar dan pedagang kecil, Ismail mengatakan pemerintah tidak akan memaksa pabrik untuk menutup atau melarang pasar malam beroperasi. Dia menambahkan bahwa transportasi umum akan dibatasi kapasitasnya hanya 50 persen, dan lebih banyak penghalang jalan akan dipasang.
 
Malaysia memasuki minggu kedua dari perintah kontrol pergerakan empat minggu (MCO), tetapi kasus covid-19 terus melonjak dalam beberapa minggu terakhir. Mereka akhirnya menerapkan Perintah Pengendalian Gerakan yang Ditingkatkan (Enhanced Movement Control Order/EMCO) demi mengintensifkan upaya mengatasi penyebaran virus korona.
 
Pengumuman tersebut menyusul kekhawatiran tentang lonjakan kasus covid-19 dan tentang ekonomi yang sudah lemah, yang dapat sangat terpengaruh jika MCO yang lebih ketat diberlakukan.
 
Menteri Keuangan Tengku Zafrul Abdul Aziz mengatakan bahwa menutup sebagian besar perekonomian dapat menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan. Jumlah kasus harian dalam empat hari terakhir di atas 6.000, dengan tertinggi tercatat pada Kamis, di 6.806, bersama dengan rekor 59 kematian pada hari yang sama.
 
Sementara Malaysia pada Sabtu melaporkan 6.320 kasus dan 50 kematian. Lonjakan kasus telah membebani sistem perawatan kesehatan, termasuk unit perawatan intensif yang ditujukan untuk pasien covid-19 di rumah sakit di seluruh negeri.
 
Tan Sri Dr Noor Hisham mengatakan di Facebook pada Sabtu bahwa rumah sakit umum di Lembah Klang, termasuk Kuala Lumpur. Tenaga kesehatan bekerja rata-rata 113 persen karena lebih banyak pasien yang sakit kritis.
 
“Untuk mengatasi peningkatan tersebut, rumah sakit harus menggunakan kembali area lain, seperti bangsal biasa, menjadi ICU sementara dengan melengkapi tempat tidur dengan peralatan tertentu,” tulis Noor Hisham.
 
"Namun, ini juga mengurangi kemungkinan pasien non-covid-19 mendapatkan perawatan kritis yang diperlukan," ucapnya.
 
MCO 3.0 dimulai pada 12 Mei, sehari sebelum Hari Raya Idulfitri, dan akan berlangsung hingga 7 Juni.
 
Malaysia memberlakukan MCO 1.0 antara Maret dan Mei tahun lalu, menutup mal, kantor, dan sebagian besar pabrik, dan hanya mengizinkan layanan penting seperti ruang pengobatan dan supermarket untuk tetap buka.
 
Dalam MCO 2.0, yang diberlakukan di sebagian besar negara bagian antara akhir Januari dan awal Maret tahun ini, mal dan sebagian besar pabrik diizinkan untuk beroperasi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(WAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan