Menlu Filipina Teodoro Locsin ancam Tiongkok. Foto: AFP.
Menlu Filipina Teodoro Locsin ancam Tiongkok. Foto: AFP.

Terpopuler Internasional: Fiilipina Siap Hadapi Tiongkok hingga Israel Blokir Vaksin Palestina

Fajar Nugraha • 16 Februari 2021 09:40
Manila: Filipina menantang Tiongkok yang baru saja mengesahkan undang-undang Penjaga Pantai Baru. Berdasarkan undang-undang itu, Filipina bisa menembak kapal asing yang masuk ke wilayah mereka termasuk dari Tiongkok.
 
Pengasahan Filipina ini menjadi tantangan terhadap Tiongkok. Kabar tersebut menjadi berita terpoluler Internasional Medcom, yang diikuti beberapa berita lain.
 
Berita lain yang turut menjadi berita terpopuler termasuk Iran yang mengancam akan melanggar kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat. Diikuti dengan kabar lainnya dari Israel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Israel yang memblokir distribusi vaksin ke Palestina, menjadi salah satu berita terpopuler Internasional Medcom. Berikut deretan berita terpopuler Internasional Medcom:

1. Filipina Siap Angkat Senjata Hadapi Tantangan Tiongkok

 Tiongkok mengesahkan Undang-Undang Penjaga Pantai baru yang memperbolehkan untuk menembak kapal asing yang masuk ke teritori mereka. Filipina, sebagai salah satu negara yang bersinggungan batas lautnya dengan Tiongkok mengancam akan memerintahkan Angkatan Laut untuk menembak balik jika Tiongkok melakukan agresi.
 
Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin Jr bersumpah apapun tindakan Tiongkok akan memberikan konsekuensi yang serius.
 
"Sejauh ini tidak ada insiden. Jika sampai ada insiden, saya pastikan akan terjadi (hal) lebih daripada sekadar protes," kata Locsin, dilansir dari Inquirer, Senin, 15 Februari 2021.
 
Locsin menyampaikan ancaman tersebut setelah memberikan nota protes diplomasi melawan 'ancaman verbal' Beijing.
 
Seperti apa bentuk ancaman dari Filipina? Silahkan simak di sini.


2. Kesal Sikap AS, Iran Ancam Langgar Kesepakatan Nuklir

Pemerintah Iran mengancam untuk terus mengurangi komitmen kesepakatan nuklir 2015 jika Amerika Serikat (AS) tidak bergabung kembali dengan perjanjian tersebut. Mereka juga meminta AS menghapus sanksi yang diterima Teheran selama masa kepresidenan Donald Trump.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif