PM Thailand Prayuth Chan-ocha. (AFP)
PM Thailand Prayuth Chan-ocha. (AFP)

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PM Thailand: Di Rumah Saja

Internasional Virus Korona thailand covid-19 pandemi covid-19 Prayuth Chan-ocha
Marcheilla Ariesta • 04 Januari 2021 15:41
Bangkok: Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengimbau rakyatnya untuk tetap berada di rumah guna membantu meredam penyebaran virus korona (covid-19). Pernyataan disampaikan PM Prayuth saat Thailand kembali menghadapi gelombang infeksi covid-19.
 
Pemerintah Thailand telah mendeklarasikan 28 provinsi, termasuk Bangkok, sebagai zona tinggi risiko penyebaran covid-19. Thailand juga telah meminta semua warga untuk sebisa mungkin bekerja dari rumah, menghindari kerumunan, atau bepergian antar provinsi.
 
Angka infeksi covid-19 di Thailand terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Per hari ini, Senin, 4 Januari 2021, otoritas kesehatan Thailand melaporkan 745 kasus baru covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengenai imbauan berdiam diri di rumah atau stay-at-home, PM Prayuth mengaku sudah memikirkan dengan matang konsekuensinya di bidang ekonomi.
 
"Karenanya, kita tidak mau mengunci seluruh negeri, karena kami tahu akan ada masalah-masalah lain di depan. Karenanya, bisakah kalian mengunci diri sendiri (di rumah)?" kata Prayuth kepada awak media, dilansir dari Channel News Asia.
 
"Ini semua tergantung dari Anda, jika kita tidak mau terinfeksi, kita hanya perlu berdiam di rumah selama 14 hingga 15 hari," imbuhnya.
 
Baca:  PM Thailand Tegaskan Pihaknya Tak Perlu Lockdown Hadapi Covid-19
 
Satu tambahan kematian akibat covid-19 dilaporkan Thailand pada Senin ini. Dari 745 kasus yang dilaporkan, 541 di antaranya baru dilaporkan otoritas kesehatan provinsi pada Minggu kemarin. Mayoritas kasus baru covid-19 di Thailand terkait dengan klaster pekerja migran di Samut Sakhon.
 
Thailand mencatat total 8.439 kasus covid-19 dengan kematian di angka 65. Angka ini termasuk yang terendah di Asia.
 
Saat ini penjualan alkohol di restoran dan bar Thailand dilarang untuk sementara. Sekolah dan pusat pendidikan di seantero negeri juga ditutup selama sebulan hingga rata-rata penyebaran covid-19 menurun.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif