Demonstran berlari di tengah gas air mata dalam aksi protes menentang kudeta di kota Yangon, Myanmar pada Senin, 8 Maret 2021. (STR / AFP)
Demonstran berlari di tengah gas air mata dalam aksi protes menentang kudeta di kota Yangon, Myanmar pada Senin, 8 Maret 2021. (STR / AFP)

Militer Myanmar Cabut Izin 5 Media yang Sering Beritakan Demo

Internasional konflik myanmar myanmar politik myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar
Marcheilla Ariesta • 09 Maret 2021 09:49
Yangon: Pasukan keamanan Myanmar terus menggunakan tindakan represif dalam menangani gelombang unjuk rasa anti-kudeta. Otoritas Myanmar mengancam akan menangkap para pedemo yang berani melanggar aturan, termasuk mengenai jam malam.
 
Tak hanya terhadap demonstran, militer Myanmar juga bertindak represif terhadap beberapa media dengan mencabut izin operasi. Media yang terkena pencabutan ini di antaranya Mizzima, DVB, Khit Thit Media, Myanmar Now dan 7Day News.
 
"Perusahaan media ini tidak lagi diizinkan untuk menyiarkan atau menulis atau memberikan informasi dengan menggunakan platform atau menggunakan teknologi media apapun," kata pemerintah militer di stasiun televisi negara, MRTV.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari Channel News Asia pada Selasa, 9 Maret 2021, kelima media ini terus melakukan liputan komprehensif luas mengenai protes sejak bulan lalu. Bahkan beberapa media tersebut sering melakukan video streaming langsung secara daring dari lokasi unjuk rasa.
 
Senin kemarin, kantor milik media Myanmar Now digerebek pasukan keamanan Myanmar sebelum adanya pencabutan lisensi. Militer Myanmar juga telah menahan puluhan jurnalis sejak kudeta berlangsung pada 1 Februari lalu, termasuk reporter Myanmar Now dan fotografer Associated Press, Thein Zaw.
 
Kedua wartawan ini didakwa berdasarkan undang-undang ketertiban umum dengan hukuman hingga tiga tahun penjara.
 
Kudeta pada awal Februari lalu diawali dengan penahanan sejumlah tokoh, termasuk pemimpin de facto Aung San Suu Kyi.
 
Sementara itu pada Senin kemarin, aliansi serikat dagang Myanmar menyerukan dihentikannya aktivitas ekonomi demi menekan junta militer Myanmar.
 
Seruan tersebut disambut deretan toko dan pabrik di seantero Myanmar, yang memutuskan berhenti beroperasi sepanjang Senin kemarin. Rencananya aksi semacam ini akan terus dilanjutkan selama beberapa hari ke depan.
 
Baca:  Tekan Junta Militer, Pertokoan dan Pabrik Myanmar Berhenti Beroperasi
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif