Dirjen IDP Kemenlu RI Teuku Faizasyah dalam pembukaan BCSMF di Nusa Dua, Bali, Selasa, 6 Desember 2022. (Medcom.id / Willy Haryono)
Dirjen IDP Kemenlu RI Teuku Faizasyah dalam pembukaan BCSMF di Nusa Dua, Bali, Selasa, 6 Desember 2022. (Medcom.id / Willy Haryono)

BDF 2022 Dahulukan Kehadiran Fisik, Dubes Ukraina dan Rusia Dipastikan Hadir

Willy Haryono • 06 Desember 2022 19:03
Nusa Dua: Bali Democracy Forum (BDF) kembali digelar tahun ini di Nusa Dua, Bali, pada 8 Desember mendatang. Berbeda dari dua tahun sebelumnya, BDF kali ini mendahulukan kehadiran fisik dari perwakilan sejumlah negara.
 
Menurut keterangan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Teuku Faizasyah, lebih dari 100 negara telah mengonfirmasi kehadirannya untuk BDF tahun ini.
 
"Hal yang ingin saya garisbawahi adalah, di saat kondisi sudah lebih kondusif, untuk tahun ini kita mendahulukan kehadiran fisik," ucap Faizasyah kepada awak media di sela-sela acara Bali Civil Society and Media Forum (BCSMF) ke-5 di Nusa Dua, Selasa, 6 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mayoritas dari negara-negara perwakilan telah mengonfirmasi kehadiran secara fisik. Faizasyah mengatakan bahwa hal ini mengindikasikan Indonesia sudah lebih siap dalam menerima tamu-tamu internasional secara tatap muka.
 
"Interaksi fisik itu tentu lebih menarik, ya," sebut Faizasyah.
 
Dari sekitar 100 negara yang telah mengonfirmasi kehadiran, lanjut Faizasyah, dua di antaranya adalah Rusia dan Ukraina. Keduanya telah memastikan kehadiran di BDF 2022 meski peperangan antar kedua negara belum berakhir.
 
"Mereka (Duta Besar Ukraina dan Rusia) sudah konfirmasi hadir. Hadir dari Jakarta ke Bali, maksud saya. Ada juga kan yang hadir dari Jakarta tapi secara virtual," tutur Faizasyah.
 
BDF 2022 mengangkat tema "Democracy in a Changing World: Leadership and Solidarity" yang menekankan pada kepemimpinan serta solidaritas di tengah situasi dunia yang terus berubah.
 
Tema tersebut sejalan dengan situasi global di mana pandemi Covid-19 yang belum berakhir, dan terdapat ketegangan geopolitik, krisis pangan, dan energi yang menjadi tantangan tersendiri bagi demokrasi yang diharapkan memberikan akses kebutuhan utama masyarakat (public goods), seperti stabilitas dan kesempatan ekonomi, serta kesehatan, pangan dan energi.
 
Baca:  BCSMF 2022: Kepemimpinan Demokratis dan Solidaritas untuk Hadapi Tantangan Global
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif