Kondisi di area sekitar pusat penahanan imigrasi di Sabah, Malaysia pada 8 April 2006. (AFP)
Kondisi di area sekitar pusat penahanan imigrasi di Sabah, Malaysia pada 8 April 2006. (AFP)

Kemenlu RI Mencocokkan Data Kematian WNI di Penahanan Imigrasi Sabah

Willy Haryono • 29 Juni 2022 20:03
Jakarta: Menanggapi laporan Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) mengenai dugaan adanya pekerja migran Indonesia (PMI) yang mendapat penganiayaan di rumah tahanan imigrasi Sabah, Kementerian Luar Negeri telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait. Kemenlu RI telah bertemu Pengarah Imigresen Wilayah Sabah dan Jabatan Kesihatan Negeri Sabah (JKNS) Malaysia, dan juga dengan dengan KBMB secara virtual.
 
Dari pertemuan dengan pihak imigrasi diperoleh data bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia di Depot Tahanan Imigresen (DTI) di Sabah pada 2021 sejumlah 18 orang, dan periode Januari hingga Juni 2022 sejumlah 7 orang.
 
Berdasarkan keterangan di situs Kemenlu RI, Rabu, 29 Juni 2022, data tersebut sama dengan data Perwakilan RI yang berisikan nama, dan penyebab kematian berdasarkan hasil pemeriksaan (post-mortem) dari otoritas rumah sakit setempat. Penyebab utama tingginya kematian itu adalah karena keterlambatan pemulangan para deportan akibat pembatasan perjalanan selama pandemi Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Kemenlu Tanggapi Serius Laporan WNI Tewas di Penahanan Imigrasi Sabah
 
Data itu juga sesuai dengan ralat dari Kedutaan Besar Malaysia mengenai jumlah WNI yang meninggal di DTI di Sabah, bukan 149 orang seperti informasi sebelumnya yang dijelaskan adalah jumlah seluruh deportan yang meninggal pada periode itu dari berbagai negara. Kedubes Malaysia memohon maaf atas kekeliruan itu.
 
Dalam pertemuan dengan pihak imigrasi, Pemerintah RI meminta agar proses pemulangan para deportan dapat segera dilakukan karena risiko pandemi yang sudah rendah, atas biaya negara. Pemerintah RI juga menyampaikan agar kondisi pusat detensi diperbaiki dari segi akses kesehatan dan fasilitas sanitasinya.
 
Di lain pihak, KJRI dan KRI di Sabah juga akan meningkatkan intensitas kunjungan pemantauan, bantuan logistik pakaian, makanan, obat-obatan, alat-alat kesehatan, dan tes PCR dalam proses pemulangan. Dalam waktu dekat, Dubes RI di Kuala Lumpur akan ke Sabah dan melakukan pertemuan untuk segera mematangkan langkah-langkah di atas.
 
Pemerintah RI juga telah bertemu KBMB secara daring untuk memperoleh data rinci yang mungkin dimiliki, sehingga dapat melakukan pendalaman lebih seksama. Dalam kaitan itu, KBMB akan melakukan klarifikasi kepada Kedubes Malaysia di Jakarta tentang data yang berbeda itu.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif